Kamis, 18 Februari 2010

MENGENAL BEBERAPA FAKTOR RISIKO STROKE

Stroke adalah penyakit neurologi yang paling mengancam kehidupan, dan penyebab kematian nomor 3 di Amerika Serikat, setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke lebih sering menyebabkan kelumpuhan / kecacatan daripada kematian .
Pencegahan adalah strategi yang efektif untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada penyakit stroke.

Hipertensi adalah faktor resiko yang paling penting untuk stroke, terutama Stroke sumbatan.  Tidak ada bukti bahwa wanita lebih tahan terhadap hipertensi daripada laki-laki. Insiden stroke sebagian besar diakibatkan oleh hipertensi, sehingga kejadian stroke dalam populasi dapat dihilangkan jika hipertensi diterapi secara efektif 
Peningkatan tekanan darah yang ringan atau sedang (borderline) sering dikaitkan dengan kelainan kardiovaskuler, sedangkan pada peningkatan tekanan darah yang tinggi, stroke lebih sering terjadi.

Kelainan jantung  merupakan kelainan atau disfungsi organ yang mempredisposisikan timbulnya stroke. Meskipun hipertensi merupakan faktor resiko untuk semua jenis stroke, namun pada tekanan darah berapapun, gangguan fungsi jantung akan meningkatkan resiko stroke secara signifikan. Peranan gangguan jantung terhadap kejadian stroke meningkat seiring pertambahan usia .

Selain itu, total serum kolesterol  , LDL maupun trigliserida yang tinggi akan meningkatkan resiko stroke iskemik ( terutama bila disertai dengan hipertensi ), karena terjadinya aterosklerosis pada arteri karotis. 

Diabetes meningkatkan kemungkinan aterosklerosis pada arteri koronaria, femoralis dan serebral, sehingga meningkatkan pula kemungkinan stroke sampai dua kali lipat bila dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes.

Pasien obesitas/ kegemukan  memiliki tekanan darah, kadar glukosa darah dan serum lipid yang lebih tinggi, bila dibandingkan dengan pasien tidak gemuk. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya stroke, terutama pada kelompok usia 35-64 tahun pada pria dan usia 65-94 tahun pada wanita. Namun, pada kelompok yang lain pun, obesitas mempengaruhi keadaan kesehatan, melalui peningkatan tekanan darah, gangguan toleransi glukosa dan lain-lain.

Pola obesitas  juga memegang peranan penting, dimana obesitas sentral dan penimbunan lemak pada daerah abdominal, sangat berkaitan dengan kelainan aterosklerosis.
Meskipun riwayat stroke dalam keluarga penting pada peningkatan resiko stroke, namun pembuktian dengan studi epidemiologi masih kurang.

Merokok merupakan faktor resiko tinggi terjadinya serangan jantung dan kematian mendadak, baik akibat stroke sumbatan maupun perdarahan.
Pada meta analisis dari 32 studi terpisah, termasuk studi-studi di atas, perokok memegang peranan terjadi insiden stroke, untuk kedua jenis kelamin dan semua golongan usia dan berhubungan dengan peningkatan resiko 50% secara keseluruhan, bila dibandingkan dengan bukan perokok. Resiko terjadinya stroke, dan infark otak pada khususnya, meningkat seiring dengan peningkatan jumlah rokok yang dikonsumsi, baik pada laki-laki ataupun wanita.

Resiko strok meningkat pada penggunaan kontrasepsi oral, terutama pada wanita berumur lebih dari 35 tahun, dan yang memiliki faktor resiko penyakit kardiovaskuler, seperti hipertensi dan merokok. Resiko relatif stroke pada pemakai ataupun bekas pengguna kontrasepsi oral meningkat 5 kali lipat, terutama pada kelompok perokok dan diatas usia 35 tahun.

Pecandu alkohol berat memiliki resiko stroke dan kematian akibat stroke yang lebih tinggi. Pada penelitian  di Yugoslavia terdapat hubungan  antara konsumsi alkohol dengan insiden stroke perdarahan.  Namun, tidak ada hubungan yang signifikan dengan stroke sumbatan.

Berdasarkan data tersebut di atas maka beberapa hal yang penting anda lakukan untuk mencegah Stroke  adalah dengan cara mengontrol hipertensi  dan cobalah untuk berhenti merokok. Resiko terjadinya PJK ( penyakit jantung koroner )  menurun kurang lebih 50% dalam satu tahun setelah berhenti merokok dan setelah lima tahun, resiko terjadinya PJK pada orang yang pernah merokok dan telah berhenti selama 5 tahun adalah sama dengan resiko terjadinya PJK pada orang yang belum pernah merokok. Berhenti merokok juga akan diikuti dengan penurunan terjadinya stroke. Merokok pada pria meningkatkan resiko stroke 40% dan pada wanita 60%

Pengontrolan hipertensi sedang maupun berat akan mencegah stroke secara nyata. Pasien dengan hipertensi membutuhkan terapi untuk mempertahankan tekanan darahnya dalam batas normal. Pemberian obat antihipertensi pada pasien dengan peningkatan tekanan darah ringan akan memberikan hasil yang baik tetapi harus dipikirkan pula efek samping pengobatan yang harus dipikirkan untung ruginya terutama pada pasien dengan resiko untuk mendapat penyakit atherosklerotik yang rendah. Jadi perlu pula dilakukan penyeleksian pemberian obat antihipertensi . Pada pasien dengan resiko  stroke ,  penting dilakukan perubahan pola hidup seperti penurunan berat badan, diet rendah garam ( juga dapat rendah kalori dan lemak ), berhenti merokok, melakukan aktivitas fisik sedang ( Olah raga ).

KIAT HIDUP SEHAT DENGAN BERPIKIR POSITIF

Kita sudah ketahui bahwa begitu besar pikiran terhadap fisik kita . Dalam dunia medis hal ini disebut sebagai psikoneuroimunologi. Sebagai contoh : saat kita melihat sesuatu yang menjijikkan mungkin kita akan merasa mual dan muntah, hal ini bukan berarti mual dan muntah karena lambung yang sakit, namun karena pikiran negatif kita mempengaruhi lambung sehingga timbul rasa mual dan muntah. Begitu juga saat kita melihat sesuatu yang menakutkan mungkin jantung kita akan berdebar-debar atau mungkin juga sampai pingsan, hal ini juga bukan karena fungsi jantung yang tidak normal, namun lebih pada pikiran negatif kita yang mempengaruhi fungsi jantung. Saya mau bilang di sini bahwa begitu besar pikiran negatif mempengaruhi fungsi organ kita, Nah begitu juga dengan pikiran positif akan membantu jantung dan lambung anda untuk lebih rileks

Dalam kehidupan kita pasti kita pernah marah. Saat marah jantung akan berdetak lebih cepat dan adanya perubahan metavbolisme di tubuh.  Amarah merupakan pikiran negatif utama yang dapat menyebabkan kematian, tak heran serangan jantung atau stroke terjadi saat seseorang sedang marah. Contoh kasus berikut dapat menggambarkan situasi kemarahan tersebut : Beberapa waktu yang lampau , kata pria itu,tubrukan ringan di salah satu sisi mobilnya menjurus pada pengalaman yang sia sia dan mengecewakan. Setelah menempuh birokrasi asuransi yang tdk kunjung usai dan proses reparasi yang malah merusak mobilnya, ia malah jadi berhutang banyak. Itupun bukan kesalahannya. Begitu jengkelnya ia, sehingga setiap kali ia naik mobil itu merasa muak. Akhirnya karena frustasi ia menjual mobil itu. Bertahun-tahun kemudian, kenangan itu masih membuat pria itu pucat saking marahnya. Hal ini merupakan bagian sesi wawancara pada penelitian terhadap orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung, dan saat menceritakan hal ini terjadi penurunan pemompaan jantung sebesar 5- 7 % ( bisa dibayangkan saat kejadian tubrukan penurunan pemompaan jantung pasti lebih besar dari itu !).  penelitian SUMS  pada 1012 pria dan wanita  yang dilakukan pemantauan selama 8 tahun  menunjukkan pria yang paling agresif dan paling suka bermusuhan  mempunyai risiko tinggi serangan jantung ke 2. Penelitian  lain  pada 929 pria  dengan  pemantauan selama 10 tahun  menunjukkan  sifaf  pemarah 3 kali risiko serangan jantung , menjadi 5 kali bila kholesterol tinggi.

Apakah amarah diungkapkan atau tidak, adalah hal yang tidak penting dibandingkan dengan apakah amarah itu kronis atau tidak.
Sikap amarah kronis : sinisme, curiga terus menerus, melontarkan celaan, ketersinggungan dan amarah secara terbuka
Konsep berpikir positif yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut :
BILA KITA MEMPUNYAI SUATU PROBLEM DAN PROBLEM ITU TIDAK BISA KITA UBAH MAKA YANG HARUS KITA UBAH ADALAH SIKAP KITA TERHADAP PROBLEM TERSEBUT
Contoh : saat anda akan berangkat ke kantor untuk suatu rapat yang sangat penting karena anda akan dipromosikan. Anda sudah berangkat dari pagi, mempersiapkan segala bahan presentasi, dan anda sudah pula diingatkan oleh atasan anda untuk jangan telat. Dalam perjalanan semuanya berjalan lancar, namun ternyata ada truk gandeng terbalik di jalan utama!. Jalanan macet total , tidak bergerak, tidak ada jalan alternatif yang bisa diambil. 30 menit berlalu, tetap tidak bergerak, anda mulai cemas gelisah , anda akan terlambat. Pasti terlambat!. Anda mempunyai problem saat itu , bahwa truk terbalik dan jalanan macet, apakah anda bisa mengubah problem tersebut ? sudah pasti tidak, dan anda pasti terlambat dengan segala risikonya. Pada situasi tersebut yang anda harus ubah adalah sikap anda. Rasa cemas, kuatir , kecewa tidak akan membuat kemacetan berubah dan persoalan berubah. Namun dalam situasi tersebut ubahlah sikap anda menjadi positif seperti : dengarkan musik yang anda sukai , mungkin dapat berbaring sesaat di mobil ( karena bangun pagi terlalu dini ) dsb.

Sebagai penutup :

SAYA MENANGIS KARENA SAYA TIDAK PUNYA SEPATU SAMPAI SAYA MELIHAT ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI KAKI ( dengan bahasa lain : saat saya tidak mempunyai sepatu : saya bisa bersedih  atau tetap bersyukur, tergantung dari sudut mana anda memandang )

KULIT SEHAT CERMINAN TUBUH ANDA

Kulit sehat sebenarnya cerminan kondisi tubuh yang sehat. Sebaliknya, kulit kusam kurang bercahaya bisa menjadi indikasi tubuh tidak dalam keadaan fit.

Bisa demikian karena kulit mengusung banyak fungsi penting lain di luar sebagai indera perasa dan selubung tubuh dari ancaman kondisi alam sekitar. Ia membantu mengatur suhu tubuh, juga melindungi dari virus dan bakteri, dan tak kalah penting menjalankan fungsi sekresi serta pengeluaran cairan.

Pada fungsi sekresi, kulit mengeluarkan semacam minyak yang dinamai sebum guna mempertahankan kelembapan dan kehalusan kulit. Sedangkan pengeluaran cairan berupa keringat yang terutama terdiri atas air untuk mengatur suhu tubuh agar tetap dalam batas normal.

Kompleksitasnya seringkali kurang kita disadari. Tahukah Anda 1 cm2 kulit rata-rata berisi 1 m pembuluh darah, 100 kelenjar keringat, 3.000 sel sensor di ujung serabut saraf, 4 m saraf, 25 instrumen perasa, 200 ujung saraf perasa sakit, 2 instrumen perasa dingin, 12 perasa panas, 10 rambut, dan 15 kelenjar minyak?

Karena itu merawat kulit menjadi penting, dan kalau perlu sekali-kali memanjakannya dengan perawatan khusus.

Ultraviolet biang perusak

Sebagai selubung tubuh, kulit merupakan tameng utama menghadapi ancaman kondisi luar tubuh; sinar ultraviolet matahari salah satunya. Sinar ultraviolet (UV) ini memang sering dituding jadi faktor utama penuaan dini alias premature aging. Sinar ini, terutama UV B yang daya penetrasinya kuat, diletakkan dalam urutan nomor satu dalam daftar penyebab. Tak heran kulit yang menua secara dini banyak dijumpai pada bagian tubuh yang terbuka, seperti wajah, lengan, dan kaki.

Wujud penuaan dini bisa berupa warna kulit yang lebih hitam, berkeriput, kusam, bahkan adanya bercak-bercak coklat kehitaman yang disebut melasma; kadang dinamakan chloasma. Bila tidak segera ditangani, bercak-bercak hitam yang umumnya terjadi pada wanita itu bisa makin meluas.

"Terik matahari yang mengandung ultraviolet itu memang buruk bagi kulit. Bertahun-tahun sebelum akibat paparan sinar itu terlihat dengan mata telanjang, kulit sebenarnya sudah rusak. Bila dibiopsi untuk melihat kerusakannya, semua orang pasti akan segera melakukan berbagai cara menghindari sengatan matahari," papar David Biro, ahli kulit dari New York.

David Biro betul sebab saat penuaan dini terjadi, kulit akan mengalami perubahan sehingga orang yang berumur 30-an nampak 20 tahun lebih tua. Bahkan rangsangan sinar ultraviolet yang terus- menerus bisa membuat kulit rusak atau malah terkena kanker kulit.

Kerusakan kulit yang sering dialami mereka yang berusia di atas 30 tahun - meski bisa pula terjadi pada yang lebih muda - juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal lain seperti tingkat polusi alam sekitar, yang bisa berupa berbagai asap dengan kandungan karbon, tumpukan debu dan kotoran lain di kulit.

Selain dari luar, kondisi internal tubuh turut berpengaruh terhadap kesehatan kulit, seperti faktor hormonal, faktor keturunan, stres, dan radikal bebas.

"Setiap kali bernapas dengan menghirup oksigen pasti terjadi oksidasi yang menghasilkan sisa-sisa oksidasi yang disebut oksidan. Oksidan inilah yang membentuk radikal bebas yang, karena tidak lagi punya tempat untuk menempel di tubuh, lalu berkeliaran ke mana-mana, menabrak sel-sel lain. Akibatnya, sel-sel yang ditabrak cepat rusak," tutur Edwin Juanda, dermatolog yang banyak didatangi pasien untuk mempercantik diri.

Radikal bebas yang bersifat reaktif tersebut dapat menimbulkan perubahan kimiawi dan merusak berbagai komponen sel hidup seperti protein, lipid, karbohidrat, dan asam nukleat.

Ganti kulit tiap 28 hari

Secara garis besar, lapisan kulit paling luar adalah kulit ari (stratum corneum) yang tipis seperti kulit bawang. Di bawahnya adalah berbagai organ yang sudah disebut tadi. Lebih dalam lagi ialah jaringan lemak yang tebal. Lapisan berikutnya yaitu otot (daging) dan tulang, yang bukan lagi bagian dari kulit.

Sesuai proses alam, sebetulnya setiap 28 hari sekali sel-sel kulit akan beregenerasi atau meremajakan diri. Sel kulit yang semula berbentuk bulat akan naik ke permukaan kulit dan berubah bentuk menjadi gepeng, sebelum akhirnya mati dan menjadi bagian dari lapisan kulit ari.

Pada kondisi kulit yang menua, yang terjadi sebaliknya. "Lapisan kulit luar yang mengandung sel-sel kulit hidup, juga lapisan tempat berbagai pembuluh dan kelenjar, menipis. Sedangkan lapisan kulit ari justru menebal, karena sel-sel kulit pada mati atau dakinya terus bertumpuk," ujar Edwin Juanda.

Edwin juga meluruskan pandangan bahwa pengelupasan lapisan kulit mati tidak terjadi secara otomatis, dan kalaupun mengelupas akan berlangsung dalam waktu lama. Itu pula sebabnya, pengelupasan kulit perlu dilakukan secara khusus, karena perawatan membersihkan kulit sehari-hari saja tidak akan mampu mengangkat kulit mati.

Namun, menurut Edwin, bukan berarti tidak ada harapan bagi penderita penuaan dini mendapatkan kembali kulit sehat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya, bercak yang sangat kecil (freckles) dapat dihilangkan dengan mengupasnya pakai alat yang sangat halus. "Untuk bercak yang lebar lebih tepat digunakan krim pemutih yang dioleskan di malam hari," ujarnya. Ia mengingatkan, penggunaan krim pemutih harus dilakukan secara hati-hati dan di bawah pengawasan dokter kulit. Penggunaan yang berlebihan, apalagi dalam jangka waktu lama, justru membuat kulit bertambah hitam.

Namun bila cara tersebut belum mampu mengatasi masalah, "Mau tak mau digunakan laser penghancur pigmen seperti laser Ruby. Tetapi ini hanya untuk kasus-kasus yang parah, karena hasilnya bervariasi untuk setiap individu. Dokter yang melakukannya pun akan melakukan tes lebih dahulu untuk mencari dosis yang sesuai," tutur dokter lulusan FKUI tersebut.

Dibandingkan dengan bercak kehitaman, kerutan di wajah lebih sulit dihilangkan sama sekali. Meski beberapa cara dapat menguranginya dengan hasil yang nyata. Salah satunya dengan melakukan chemical peeling. Dalam hal ini kulit wajah diolesi cairan khusus yang membuat kulit ari mengelupas. Setelah sembuh - dengan makan waktu cukup lama - kerutan-kerutan menjadi hilang.

Cara lain dengan tindakan operasi face lift; yang ini memang perlu biaya besar dan harus dilakukan oleh dokter ahli. Kemungkinan lain ialah menggunakan krim asam vitamin A yang diperkenalkan oleh Prof. Kligman dari AS. Dengan mengoleskan krim asam vitamin A seperti Retin-A atau Vitacid, atau Melavita pada wajah setiap malam, dalam beberapa bulan kulit wajah akan menjadi lebih kencang dan keriput pun berkurang.

Namun krim asam vitamin A punya efek sampingan, membuat kulit jadi agak merah dan pedih pada beberapa hari pertama digunakan. Selain itu, krim ini pun belum tentu cocok untuk setiap orang.

"Jadi, semua tindakan pengobatan itu dilakukan agar kulit remaja lagi, sehingga lapisan yang di bawahnya tumbuh lebih cepat. Semua cara tersebut cukup aman asalkan dilakukan dengan sangat hati-hati," ujar Edwin sambil mengingatkan perlunya berkonsultasi dengan dokter kulit.

Pengelupasan untuk perawatan

Senada dengan dr. Edwin, kimiawan Mark Potter yang pernah bertugas meramu obat-obatan untuk pasukan Operasi Badai Gurun yang harus menghadapi iklim kering di Timur Tengah, mengatakan perlunya dilakukan pengelupasan kulit untuk membongkar tumpukan kulit mati yang tidak bermanfaat. "Tapi harus hati-hati. Kalau tidak, kulit malah akan kehilangan kelembapan, bahkan makin rusak," katanya.

Menurut Potter pula, selain membuat kulit kembali bercahaya, "Pengelupasan memiliki fungsi yang lebih dari sekadar mempercantik diri, misalnya proses pergantian sel-sel kulit akan lebih cepat, juga meningkatkan aliran darah yang penting artinya dalam penyediaan makanan bagi permukaan kulit."

Cara paling sederhana yang dia anjurkan adalah dengan memakai sabun untuk menggosok kulit sehingga semua lemak dan tumpukan kulit mati hilang. Semua jenis sabun mandi bisa digunakan, namun sabun seperti JF Sulfur yang mengandung belerang lebih efektif mengelupas kulit ari mati, sekaligus mencegah pembentukan jerawat. Namun bagi yang alergi terhadap belerang, sabun bayi yang lembut akan lebih tepat, karena tidak membuat alergi kulit.

Namun, menurut David Biro, sabun kurang baik bagi yang berkulit kering, karena bisa menyebabkan iritasi. Karenanya perlu dicari sabun yang aman dan mengandung zat-zat aktif yang bermanfaat. Saat ini bisa dengan mudah didapatkan sabun yang mengandung zat aktif seperti vitamin E kompleks yang berguna untuk melawan tanda-tanda penuaan, minyak pelembap, atau zat lain, seperti pada sabun Priti atau Lux baru. Sabun jenis ini mampu bekerja ganda, selain benar-benar membersihkan, juga menjaga kelenturan dan kesehatan kulit.

Untuk kulit wajah yang bertekstur lebih halus, lembut, dan tipis, lebih tepat bila digunakan sabun khusus wajah atau facial soap seperti Kao Biore, Oil of Ulan, atau produk lainnya.

Namun untuk pengelupasan dalam perawatan sehari-hari, Potter lebih menganjurkan untuk menggunakan pembersih bukan sabun. Ada dua cara yang baik dalam melakukannya. Pertama, menggunakan masker kimia yang dengan kandungan enzimnya mampu mengikat sel-sel kulit mati, menghancurkan jaringan, sekaligus mengangkatnya. "Cara kedua sedikit kurang praktis, namun cukup berarti dalam tindakan pengelupasan, yaitu menggosok kulit dengan lembut secara mekanis."

Meski tak sebanyak sabun, produk pembersih pengelupas kulit ari ini cukup mudah diperoleh di pasaran. Mulai dari mangir tradisional, mangir kocok yang praktis keluaran Mustika Ratu, sampai body scrub dari Kao bisa digunakan untuk tujuan ini. AHA, zat antipenuaan
Lain halnya dengan produk yang sedang in sekarang ini yang disebut AHA (alpha hidrocxy acid) atau kelompok fruit acid. AHA dinilai mampu mengatasi kelemahan scrub yang hanya melepas lapisan paling luar, namun tidak bisa memperbaiki hubungan antarsel di dalam. AHA, sering disebut sebagai zat ajaib antipenuaan dan mampu mengelupas kulit mati tanpa digosok, akan mengurangi keriput dan membuat kulit lebih segar. Sebab zat itu juga melembapkan lapisan kulit di bawahnya dan merangsang terbentuknya sel-sel baru.

"Tapi AHA tidak cocok untuk semua usia. Mereka yang berusia 30 - 40 tahun masih bisa menggunakannya. Tapi yang berusia di atas 40 akan lebih baik kalau menggunakan retinoic acid atau asam retinoat," tutur Edwin Juanda.

Sebab, katanya, bila AHA hanya bisa masuk sampai ke lapisan antarsel, maka asam retinoat yang mengandung vitamin A yang sangat diperlukan sel kulit mampu menembus ke dalam sel. "Kulit yang sudah jelek dan kusam pun akan berubah menjadi lebih lembap, tebal, merah, dan segar lagi."

Tak aneh bila kini banyak produk pelembap kulit yang mendapat muatan AHA seperti Plenitude Excell-A3 ataupun Vaseline Intensive Care Lotion. Bila pelembap dengan AHA mampu meresap lebih dalam, maka pelembap tanpa AHA hanya akan melembapkan bagian kulit ari.

Usaha mempertahankan kelembapan kulit memang perlu dilakukan dengan teliti. "Sungguh sulit untuk bisa memasukkan cairan ke dalam lapisan kulit yang berstruktur sangat rumit. Bayangkan, cairan dalam tubuh kita hanya bisa keluar melalui saluran keringat," papar Edwin.

Itu sebabnya, krim malam dilihatnya sebagai usaha untuk mempertahankan kelembapan dan cara terbaik untuk memulihkan kondisi kulit. Pada waktu tidur, sistem metabolisme betul-betul akan beristirahat untuk memperbaiki sel-selnya. "Sehingga krim malam akan masuk dengan mudah dan bekerja dengan maksimal dalam waktu yang cukup lama. Lain halnya kalau dipakai siang hari, belum lagi pengaruh tamparan sinar matahari yang membuat kulit yang diolesi AHA atau asam retinoat jadi iritasi," ujar Edwin sambil menjelaskan bahwa dokter biasanya akan memberikan obat yang kuat untuk pengobatan di malam hari. Namun bagi yang tidak sedang menjalani pengobatan, Edwin

membenarkan pendapat untuk membiarkan kulit polos tanpa krim malam agar dapat bernapas. "Krim malam bisa saja hanya berupa pelembap yang bisa digunakan kapan saja kalau seseorang merasa kulitnya terlalu kering. Ini pun tidak bisa dipukul rata sama untuk semua orang. Bagi yang kulitnya berminyak, tidak dianjurkan mengenakan krim malam, nanti bisa jerawatan."

Bagaimanapun pelembap tetap diperlukan meskipun kulit sudah dalam keadaan sehat dan segar. Menurut Mark Potter, selain akan mengisi kulit dengan bahan gizi, terutama minyak dan vitamin, pelembap juga akan mendorong kulit melakukan regenerasi. Pelembap dengan emoliennya akan mampu mengatasi berbagai macam kondisi cuaca yang merusak kulit. "Tanpa jaring emolien, pelembap tidak ada artinya. Istilahnya, kalau sudah menyimpan uang dalam lemari, jangan lupa untuk menguncinya."

Tabir surya perisai kulit

Selain pelembap, produk perawatan lain yang diperlukan untuk mencegah penuaan dini adalah tabir surya atau sunscreen. Meski sebenarnya tubuh telah dilengkapi dengan sistem pertahanan seperti lapisan tanduk, melanin, dan antioksidan, tapi pada tingkat radiasi tinggi, mekanisme proteksi ini dapat dilampaui, sehingga perlu ditambahkan pelindung dari luar. Selain pakaian, sistem pertahanan buatan dari luar yang paling efektif ialah tabir surya.

Karena berada di daerah tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, krim tabir surya dapat digunakan setiap hari. Krim yang baik mengandung SPF (sun protective factor) tinggi, mudah diperoleh, dan tidak menyebabkan alergi. Akhir-akhir ini banyak dipasarkan produk yang mengandung zat antiultraviolet seperti produk keluaran L'Oreal, pelembut raga Tanjung dari Sari Ayu, atau Nivea Visage.

Bila body lotion disebutkan mengandung SPF 15 berarti krim tersebut akan meneruskan sinar matahari seperlima belas saja. Sebaliknya krim dengan SPF 60 hanya akan meneruskan seperenam puluh sinar matahari ke kulit kita. Jadi, makin besar nilai SPF, makin efektif fungsinya sebagai tabir matahari.

"Artinya, orang yang menggunakan SPF 30 kalau berjemur selama 60 menit, sama artinya dengan berjemur tanpa suncreen selama 2 menit. Jika mengoleskan SPF 15, sama dengan berjemur selama 4 menit," jelas Edwin. Karena itu ia menganjurkan, mereka yang hanya kadang-kadang berada di bawah terik matahari bisa menggunakan yang ber-SPF 15 - 30. Sedangkan yang lebih sering dipanggang terik surya lebih baik bila menggunakan yang ber-SPF 60 atau lebih.

Krim tabir surya dapat dioleskan di seluruh bagian tubuh yang terbuka, terutama wajah, tetapi jangan sampai terkena bagian mata. Krim ini pun dapat digunakan setiap pagi sebagai alas bedak.

Memilih produk perawatan kulit memang perlu hati-hati, jangan sampai hasilnya justru lebih buruk daripada keadaan sebelumnya.

Tak jarang seseorang alergi terhadap produk tertentu. Tak ada salahnya, bila sebelum menggunakannya, produk baru tersebut dicoba sedikit di bagian punggung kulit. Bila muncul reaksi alergi, segera hentikan dan usahakan tidak menggunakan kosmetik dari bahan atau merek yang sama, karena reaksi yang timbul biasanya justru lebih hebat. "Tapi yang utama, hindari kosmetik yang mengandung air raksa atau merkuri yang secara kumulatif akan berpengaruh terhadap ginjal," tutur Edwin tanpa bermaksud menakut-nakuti.

Waspadai pula produk yang harum, karena parfum pada kosmetik sering jadi penyebab utama iritasi. Menilik susunan kimianya, satu aroma bisa terbuat dari 300 macam bahan. "Jika harus memilih antara produk yang dibuat dari 10 ataukah 200 jenis bahan kimia, maka pilihlah yang sedikit kandungan kimianya," ujar Mark Potter.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah zat pengawet - penyebab kedua iritasi kulit. Perhatikan jenis produk mana yang pernah Anda beli yang mudah berjamur atau rusak dalam beberapa bulan, karena itu indikasi kadar pengawetnya rendah.

Penanganan penuaan dini tidak memberikan hasil maksimal bila hanya faktor eksternal yang diatasi. Karenanya Edwin sering menganjurkan pasiennya untuk menjaga kesehatan dengan banyak mengkonsumsi makanan bergizi. Dengan gizi yang cukup, vitamin yang diperoleh tubuh akan cukup, sehingga proses penuaan diperlambat.

"Buah-buahan dan sayur-sayuran adalah jenis makanan sehari-hari yang baik bagi kulit karena mengandung zat antioksidan. Hindari makan daging yang berlebihan karena akan mengakibatkan oksidasi terlalu banyak, sisa pembakarannya pun banyak."

Bila makanan yang dikonsumsi dirasakan masih kurang mengandung zat antioksidan (misal vitamin A, C, E, dan melatonin), bisa saja minum suplemen antioksidan. "Obat bebas pun tidak apa-apa, asal takarannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan," ujar Edwin sambil mengingatkan rahasia lain untuk menjaga kesegaran kulit dengan minum air putih sedikitnya 2 l per hari.

Lebih Jauh mengenal PENYAKIT PARKINSON

Penyakit Parkinson (PD) adalah  kelainan degeneratif dari sistem saraf pusat yang menyebabkan gangguan pada sistem motorik dan biasanya penderita mengalami tremor, kaku otot, sulit berjalan, gangguan keseimbangan dan gerak gerik menjadi lambat (bradykinesia). Gejala primer tersebut disebabkan berkurangnya rangsangan pada korteks motorik dari ganglia basalis, biasanya karena kekurangan Dopamin, yang diproduksi oleh neuron Dopaminergic di otak, sedangkan gejala sekunder biasanya berupa gangguan pada fungsi luhur dan gangguan wicara.
PD merupakan penyebab utama dari Parkinsonism yg kronis dan progresif, yaitu suatu sindroma yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia dan gangguan postural akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab.
PD juga dikenal dengan nama Parkinsonism primer atau Penyakit Parkinson idiopatik. Untuk parkinsonism sekunder biasanya karena keracunan, diantaranya keracunan obat-obatan, trauma kapitis atau gangguan medis lainnya. Penyakit ini biasanya dialami pada usia 60 tahun keatas, walaupun ditemukan juga pada beberapa penderita Parkinson yang berusia dibawah 50 tahun. Penyakit ini bersifat progresif, artinya gejala dan tanda tersebut akan bertambah buruk. Walaupun dalam jangka waktu yang lama dan bertahap.
Penyebabnya tidak diketahui, walaupun untuk sekarang ini belum ditemukan cara untuk menyembuhkan penyakit ini, ada banyak pilihan perawatan seperti, obat-obatan dan operasi untuk mengatasi gejala secara simptomatik.
Penyakit Parkinson adalah bagian dari parkinsonism yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNC) yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies).

Sejak Kapan Parkinson mulai dikenal ?

Gejala-gejala dari PD ini telah diketahui dan diobati semenjak dulu. Tapi tidak secara formal didokumentasikan sampai pada tahun 1817 dalam sebuah esai yang berjudul An Essay on the Shaking Palsy yang disusun oleh James Parkinson. Penyakit Parkinson kemudian dikenal dengan nama Paralysis Agitans. Istilah " Penyakit Parkinson" dipopulerkan oleh Jean-Martin Charcot. Perubahan biokimia dalam otak baru teridentifikasi pada tahun 1950an oleh ilmuwan berkebangsaan Swedia Arvid Carlsson, yang kemudian memenangkan Nobel. L-dopa kemudian digunakan pada tahun 1967, dan studi pertama melaporkan perkembangan pada pasien-pasien PD yang diberi L-Dopa.
Orang-orang terkenal yang menderita penyakit ini antara lain:
" Michael J.Fox, dalam bukunya Lucky Man (2000) memfokuskan pada pengalamannya dan pengaruh penyakit ini terhadap karir dan keluarganya. Fox membentuk The Michael J. Fox Foundation for Parkinson's Research untuk mengembangkan obat yang dapat menyembuhkan PD dalam dekade ini.
" Orang terkenal lainnya termasuk, Paus Yohanes Paulus II, petinju Muhammad Ali. Politikus seperti, Adolf Hitler, Fransisco Franco, Deng Xiaoping dan Mao Zedong, dan mantan Perdana Menteri Kanada Pierre Trudeau.
Seberapa banyak penyakit Parkinson ?
Penyakit Parkinson adalah salah satu penyakit neurodegeneratif yang paling banyak dialami pada umur lanjut dan jarang terjadi dibawah umur 30 tahun. Biasanya mulai timbul pada usia 40-70 tahun, dan mencapai puncak pada decade ke-enam.
Penyakit Parkinson yang mulai sebelum umur 20 tahun disebut sebagai Juvenile Parkinsonism. Penyakit Parkinson lebih banyak pada pria dengan ratio pria dibandingkan wanita 3:2. Penyakit Parkinson meliputi lebih dari 80% Parkinsonism. Di Amerika Utara meliputi 1 juta penderita atau 1% dari populasi berusia lebih dari 65 tahun. Penyakit Parkinson mempunyai prevalensi 160 per 100.000 populasi, dan angka kejadiannya berkisar 20 per 100.000 populasi. Keduanya meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Pada umur 70 tahun prevalensi dapat mencapai 120 dan angka kejadian 55 kasus per 100.000 populasi per tahun. Kematian biasanya tidak disebabkan oleh Penyakit Parkinson sendiri tetapi oleh karena terjadinya infeksi sekunder.

Penyakit Parkinson adalah salah satu gangguan gerak yang sering ditemui, ditemukan pada 1% dari orang yang berusia diatas 60 tahun. PD 1,5X lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita.
Biasanya muncul pada umur sekitar 60 tahun. Jarang ditemukan pada umur sebelum 40 tahun, tapi dari fakta yang ditemukan pada aktor Michael J.Fox menunjukkan bahwa dewasa muda juga rentan terhadap penyakit ini.
   
Sebanyak 1 juta penduduk Amerika menderita penyakit ini, dan 15% diantaranya didiagnosa PD sebelum berumur 50 tahun, dan insidensnya bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia.

Apa Penyebab Parkinson ?

Kebanyakan orang yang menderita Parkinson Disease (PD) tidak diketahui penyebab pastinya (idiopatik). Namun ada juga hal lainnya yang diperkirakan menyebabkan PD seperti genetic, toksin, trauma kepala, anoksia serebral, dan Parkinson yang disebabkan oleh obat-obatan.

Bagaimana gejala klinis Parkinson ?

PD mempengaruhi gerakan (gejala motorik). Gejala yang lainnya yang juga khas meliputi kelainan mood, tingkah laku, pemikiran dan sensasi (gejala non motorik). Pada masing-masing pasien, gejala klinis mungkin tidak sama dan progresivitas penyakit juga berbeda. Gejala awal dari PD seringkali terlewatkan dari pengamatan. Pada tahap awal dan dalam jangka waktu yang lama, penderita tidak menyadari bahwasanya ia menderita Parkinson. Keluhan yang biasa disampaikan pada awalnya berupa nyeri pada punggung, leher, bahu, atau pinggang. Seiring berjalannya waktu, postur tubuh yang membungkuk, anggota gerak menjadi tidak elastis dan fleksibel, langkah menjadi kecil-kecil bahkan diseret-seret. Suara mengecil dan monoton. Adanya sedikit kekakuan dan keterlambatan eksekusi gerakan  atau pengurangan gerakan tangan saat berjalan biasanya terabaikan, sampai pada suatu saat itu disadari oleh klinisi ataupun keluarga pasien.

Gejala utama dari penyakit PD adalah ("TRAP"):

" Tremor: Tremor Istirahat (Rest Tremor) yang khas ini merupakan gejala yang paling jelas, sering terdapat pada awal penyakit dan mudah diidentifikasi oleh penderita maupun keluarganya sendiri. Rest tremor ini bersifat kasar (kurang lebih 4 siklus/detik), dan gerakannya seperti memulung pil (pill-rolling) atau seperti menghitung uang logam. Tremor dapat dimulai dari satu ekstremitas saja pada awal gejala dan dapat menyebar sehingga mengenai seluruh anggota tubuh (lengan, rahang, lidah, kelopak mata, tungkai) bahkan juga suara. Tremor dapat menghilang jika otot berelaksasi total ataupun dengan melakukan gerakan volunter. Faktor fisik dan emosi dapat mencetuskan timbulnya tremor ini. Ada jenis tremor yang lainnya dengan frekuensi 7-8 siklus/menit. Tidak seperti yang 4 siklus/menit, tremor ini dapat tetap ada pada gerakan volunter dan tidak berhubungan dengan posisi diam dari anggota gerak (bukan rest tremor) dan lebih mudah hilang pada posisi otot yang relaksasi. Pasien bisa menampakkan gejala kedua tremor ini atau hanya salah satunya.
" Rigiditas: kekakuan; peningkatan tonus otot. Dikombinasikan dengan rest tremor, kekakuan ini menghasilkan fenomena 'cog-wheel' saat ekstremitas digerakkan secara pasif.  Hal ini juga sangat jelas dapat dirasakan dengan cara mempalpasi otot pasien bahkan pada keadaan rileks
" Bradykinesia/Akinesia: pengurangan atau tidak adanya gerakan sama sekali. Gerakan cepat, berulang-ulang menghasilkan sebuah gerakan disritmik dan pengurangan kekuatan gerakan.
" Postural instability (ketidakstabilan postural): tidak adanya refleks postural sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan dan rasa ingin jatuh

Gejala motorik yang lainnya:
" Gangguan gerakan dan postur tubuh.
" Shuffling: ditandai gerakan dengan langkah kecil-kecil, dengan kaki yang hampir tidak terangkat dari lantai sehingga menimbulkan suara diseret waktu berjalan. Halangan kecil saja dapat menyebabkan pasien tersandung.
" Turning "en bloc": lain halnya dengan gerakan membalik badan pada orang normal, pasien Parkinson mempertahankan tulang belakang mereka tetap kaku (rigit) karena untuk membalikkan badan, mereka butuh melakukannya dengan perlahan-lahan.
" Bungkuk. Pada keadaan yang parah, kepala dan bahu atas dapat sangat membungkuk (camptocornia).
" Festination: kombinasi dari postur yang membungkuk, ketidakseimbangan, dan langkah yang pendek-pendek. Ini menyebabkan gerakan yang makin lama semakin cepat sehingga berakhir dengan terjatuh.
" Gait freezing: "membeku" adalah sebuah manifestasi dari akinesia (ketidakmampuan untuk bergerak). Membekunya gerakan dikarakterisasikan dengan adanya ketidakmampuan untuk menggerakkan kaki yang makin parah jika berjalan pada tempat yang sempit dan berantakan atau pada usaha untuk memulai sebuah gerakan.
" Distonia (sekitar 20% dari kasus): kontraksi otot yang abnormal, terus menerus, dan menimbulkan sakit seperti terbelit, biasanya mengenai otot kaki dan pergelangan kaki (terutama fleksi dari ibu jari kaki dan inversi dari kaki) yang mengganggu pergerakan tubuh saat berjalan.
" Gangguan menelan dan berbicara.
" Hipofonia: suara menjadi kecil, serak, dan bicara monoton. Beberapa orang dengan penyakit Parkinson mengeluhkan lidahnya "berat" ataupun berkata-kata 'kotor'.
" Festinating speech: sangat cepat, kecil suaranya, dan isi pembicaraan tidak berbobot.
" Drooling (pengeluaran liur terus menerus): biasanya dikarenakan gangguan menelan
" Gangguan non motorik yang menyebabkan gangguan pada berbicara ataupun berbahasa, baik yang ekspresif maupun pengulangan kata-kata: termasuk diantaranya penurunan kefasihan berbahasa dan gangguan kognitif tertutama yang terkait dengan pemahaman arti dari isi pembicaraan dan ekspresi wajah.
" Disfagia: ketidakmampuan untuk menelan, sehingga dapat menyebabkan aspirasi dan pneumonia.
" Fatigue-kelelahan (lebih dari 50% kasus);
" Muka seperti topeng karena berkurangnya gerakan pada otot-otot kecil wajah menimbulkan gambaran wajah yang tanpa atau sedikit ekspresi (hipomimia) ,disertai dengan jarangnya mata mengedip. Pada orang normal, frekuensi mengedipkan mata kurang lebih 12-20 kali per menit, sedangkan pada pasien Parkinson hanya 5-10 kali per menit. Selain itu ditemukan adanya sedikit pembesaran pada fisura palpebra sehingga pasien seperti melotot (Stellwag Sign).
" Kesulitan untuk membalikkan posisi tubuh saat di ranjang ataupun bangun dengan posisi duduk.
" Mikrografia (tulisan tangan yang kecil dan bergetar).
" Ketidakmampuan untuk melakukan gerakan terkoordinasi
" Kemiskinan dalam melakukan pergerakkan: berkurangnya gerakan tangan dalam berjalan (melenggangkan tangan), berkurangnya gerakan-gerakan spontan.

Gejala non-motorik

Gejala non-motorik ini sering terjadi dan merupakan penyebab yang utama dalam menimbulkan kematian pada pasien Parkinson.

Depresi

" Dapat muncul pada tahap apapun pada pasien dengan Parkinson , bahkan sebelum timbul disfungsi motorik, dan menimbulkan dampak yang signifikan pada kualitas hidup pasien yang bersangkutan.

Gangguan kognitif

" Respon yang melambat baik volunteer ataupun involunter respon.
" Gangguan fungsi eksekutif yang dapar berkembang menjadi demensia yang hampir timbul pada 20-40% kasus PD, dimulai dengan berkurangnya daya pikir dan berkembang dengan kesulitan mengintepretasi pikiran abstrak, ingatan, dan tingkah laku. Halusinasi, delusi dan paranoia dapat muncul. Obat asetilkolin esterease dapat memperbaiki keadaan ini pada beberapa pasien.
" Kehilangan ingatan jangka pendek.
" Efek medikasi: beberapa hal yang disebutkan diatas dapat ditimbulkan dari efek medikasi PD, namun beberapa dikarenakan defisit akibar PD sendiri.

Gangguan Tidur
" Somnolensi pada siang hari yang berlebihan.
" Insomnia
" Gangguan pada fase tidur REM: mimpi yang mengganggu - dapat muncul beberapa tahun kemudian setelah diagnosa PD ditegakkan.

Gangguan Sensasi
" Gangguan visual, gangguan penalaran spatial, gangguan membedakan warna, double vision karena convergence insufficiency dan gangguan okulomotorik.
" Gangguan propioseptif
" Berkurangnya atau hilang rasa penghidu (mikrosmia atau anosmia) -dapat muncul beberapa tahun setelah diagnosis PD ditegakkan.
" Nyeri: neuropatik, nyeri pada otot, sendi, tendon menyebabkan ketegangan, distonia, rigiditas, kekakuan sendi.
Gangguan Otonom
" Pusing dan pingsan; biasanya terjadi orthostatic hipotensi, gangguan pada system otonom untuk menyesuaikan tekanan darah pada perubahan posisi tubuh. Ini dapat diperburuk dengan penggunaan obat antiparkinson terutama L-Dopa dan dopamin agonis.
" Kulit yang berminyak dan dermatitis seborreik.
" Inkontinensia urine, pada kasus yang lanjut.
" Nocturia -lebih dari 60 % kasus.
" Konstipasi dan dismotilitas gaster yang sangat menggangu.
" Gangguan fungsi seksual: gangguan gairah seksual, perilaku seksual, gangguan orgasme pada PD sedang-berat.
" Kehilangan berat badan, tampak sangat nyata pada periode 10 tahun PD.

Bagaimana mendiagnosis Parkinson ?

PD kadang sulit untuk didiagnosa secara akurat. Penelitian-penelitian telah menunjukkan 25-35% diagnosa salah bukanlah hal yang jarang. Sampel dari jaringan otak adalah satu-satunya metoda diagnostic yang pasti. Saat ini belum ada tes darah maupun laboratorium yang telah terbukti membantu dalam mendiagnosa PD. Karenanya, diagnosis dibuat berdasarkan riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan neurologis. Unified Parkinson's Disease Rating (lihat lampiran) adalah alat klinis yang utama digunakan dalam membantu mendiagnosa dan menentukan derajat keparahan dari PD. Tanda dan gejala dini dari PD kadang dikesampingkan sebagai efek dari proses penuaan yang normal. Karenanya klinisi mungkin perlu untuk mengobservasi orang tersebut untuk beberapa waktu hingga terlihat jelas bahwa gejala-gejala yang dimaksud memang ada secara konsisten. Sebuah diagnosa PD memerlukan adanya tanda-tanda cardinal berikut ini: tremor distal saat istirahat dengan ukuran 3 hingga 6 Hz, rigiditas, bradikinesia, dan onset yang asimetris. Tanda-tanda lain yang sering dikenal meliputi instabilitas postural dengan onset lambat, penciuman yang berkurang, dan mikrografia. Pasien juga harus merespon positif terhadap tes terapi dari levodopa atau agonis dopamine.
Kriteria Diagnostik berdasarkan Kriteria Hughes:
Possible
" Tremor istirahat
" Rigiditas
" Bradikinesia
" Kegagalan reflex postural
Probable
" Bila terdapat kombinasi dua gejala utama (termasuk kegagalan reflex postural) atau satu dari tiga gejala pertama yang tidak simetris (dua dari empat tanda motorik).
Definite
" Bila terdapat kombinasi tiga dari empat gejala atau dua gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris (tiga tanda cardinal). Bila semua tanda-tanda tidak jelas sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulangan beberapa bulan kemudian.

Kemajuan di bidang radiologi telah membantu dalam menentukan etiologi Parkinsonism dan dalam mendiagnosa PD yang idiopatik dengan lebih akurat. Walaupun CT scan dan MRI tidak dapat menunjukkan pola yang spesifik untuk PD, alat-alat ini dapat membantu mengeliminasi atau mengkonfirmasi penyakit-penyakit lainnya. Teknologi yang sedang dikembangkan (contohnya Positron Emission Tomography, Single Photon Emission CT) kemungkinan akan berpengaruh pada diagnosa PD, tetapi, keduanya tidaklah murah.

Bila sudah terkena Parkinson, bagaimana tatalaksananya?

Manajemen terapi dapat dibagi menjadi 3 tahap: 1). Terapi awal dari PD yang meliputi permulaan dari medikasi dopaminergik dan periode "bulan madu," yang berlangsung 3-6 tahun; 2). Manajemen dari penyakit yang lebih parah, termasuk fluktuasi motorik dan diskinesia; dan 3). Manajemen dari status mental yang berubah.

Setelah konfirmasi diagnosis, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan apakah pasien mempunyai disabilitas yang cukup sehingga diperlukan penggunaan pengganti dopamin. Penggantian dopamin biasanya diberikan hanya kepada pasien yang mempunyai kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, kesulitan berjalan, atau pasien yang terganggu pekerjaannya.
Pasien yang baru didiagnosa dengan PD, tetapi belum memerlukan penggantian dopamin, ada beberapa pilihan pengobatan: seperti : Selegiline, Amantadine, Obat antikolinergik, Neuroprotektif ( seperti :  Coenzyme Q (CoQ)-10 )

Pada pasien di mana PD sudah mulai mempengaruhi aktivitas keseharian mereka, dan di mana telah terjadi disabilitas, diindikasikan beberapa bentuk penggantian dopamin. Sampai sejauh mana dopamine digantikan adalah sesuatu yang bersifat subyektif, seperti yang ditentukan oleh dokter dengan pasiennya , selain itu pula dapat diberikan terapi seperti  Agonis dopamin (bromokriptin, pergolide, ropinirol, pramipexol):
   
Pengobatan nonfarmakologik

Pelemasan otot-otot, penguatan, dan latihan balans mungkin dapat memperbaiki kecepatan langkah, balans, dan partisipasi aktivitas sehari-hari. Latihan suara yang spesifik dapat mengobati secara efektif gangguan suara dan wicara.
Intervensi nutrisi (misalnya diet yang tinggi serat) dapat membantu mengurangi konstipasi. Diet yang tinggi asam amino mungkin mempengaruhi absorbsi levodopa, karenanya, restriksi protein mungkin diperlukan pada pasien yang menunjukkan berkurangnya respon levodopa. Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan vitamin E atau antioksidan lainnya.
Penderita PD sangatlah rentan akan osteoporosis, suatu penyakit yang disebabkan  oleh rendahnya densitas mineral pada tulang. Faktor resiko untuk osteoporosis antara lain adalah umur yang lanjut usia, berat badan yang rendah, merokok, asupan alcohol yang tinggi, sedikitnya pemaparan pada siang hari, asupan vitamin D yang tidak adekuat, dan kurangnya latihan menggunakan beban.
Osteoporosis dapat menjadi masalah bagi penderitaPD yang mempunyai resiko jatuh yang lebih tinggi disbanding orang yang sehat. Hasil yang tidak dapat dipungkiri adalah meningkatnya resiko fraktur, yang dapat berbahaya dan menyebabkan nyeri dan biasanya berefek buruk pada kualitas hidup seseorang. Untuk mempertahankan kesehatan tulang, diet sebaiknya mengandung makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D. Semua orang yang berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya mengkonsumsi 1500 mg kalsium dan 800 IU vitamin D tiap hari. Susu dan produk yang mengandung susu merupakan sumber kalsium. Pemberian tiga kali sehari direkomendasikan (1 kali pemberian adalah satu gelas susu atau yogurt, atau satu setengah ons keju). Vitamin D juga dapat diperoleh dengan beraktivitas di luar rumah secara rutin dan mengkonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin D (contohnya susu yang diperkaya dengan vitamin D, yogurt atau sereal, dan ikan yang berlemak).
Pada akhirnya, dukungan dan konseling sangatlah penting bagi pasien dengan PD. Pada sebuah penelitian, edukasi pasien diasosiasikan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Bagaimana Prognosis seseorang penderita Parkinson ?

PD bukanlah suatu penyakit yang dengan sendirinya bersifat fatal, melainkan PD merupakan suatu penyakit yang bertambah parah dengan seiringnya waktu. Perkiraan hidup pasien PD biasanya lebih rendah disbanding orang yang tidak mempunyai penyakit tersebut. Pada PD tahap lanjut, PD mungkin dapat menyebabkan komplikasi seperti tersedak, pneumonia, dan jatuh yang dapat menimbulkan kematian.
Progresi dari gejala PD mungkin akan memakan waktu 20 tahun atau lebih. Pada beberapa orang, progresi penyakit ini dapat berjalan lebih cepat. Tidak ada cara untuk memprediksi bagaimana PD akan bermanifestasi pada seseorang. Dengan penanganan yang baik, kebanyakan dari penderita PD dapat mempunyai hidup yang produktif untuk waktu yang panjang setelah didiagnosa.
Beberapa penelitian mengatakan bahwa mortalitas meningkat, dan kelangsungan hidup menurun pada pasien di rumah jompo dibanding pasien yang tinggal di komunitas.

Apakah saya menderita REMATIK

Rematik merupakan istilah populer untuk masyarakat indonesia pada penyakit sendi ( artritis ) sebenarnya rematik sendiri hanyalah merupakan salah satu jenis penyakit radang sendi. Definisi : rematik : penyakit yang megenai sendi yang disebabkan oleh peradangan. Penyakit radang sendi ada 100 jenis lebihPenyakit radang sendi sangat banyak macamnya. Namun harus dipastikan dahulu apakah memang benar seseorang menderita radang sendi atau nyeri yang disebabkan oleh masalah lain .

Sebagai contoh : saat seseorang “ mengeluh nyeri di daerah lutut” , harus dipastikan apakah nyeri tersebut berasal dari sendi lutut sendiri ataukah merupakan penjalaran nyeri dari tempat lain. Adanya penekanan saraf di daerah pinggang dapat juga menimbulkan nyeri di daerah lutut. Melalui pemeriksaan fisik dapat dibedakan keduanya. Misalnya pada nyeri sendi akibat rematik daerah lutut dapat menimbulkan keluhan : adanya bengkak, kemerahan, dan nyeri bila digerakkan. Sedangkan nyeri akibat penekanan saraf umumnya menimbulkan rasa ngilu ataupun panas yang dirasakan mulai dari daerah bokong yang menjalar sampai lutut bahkan bisa sampai ke telapak kaki. Nyeri bertambah bukan saat lutut digerakkan namun biasanya karena menunduk dan mengejan. Jadi diagnosis seseorang menderita rematik harus dilakukan pemeriksaan seksama dan biasanya dilakukan pemeriksaan darah , cairan sendi dan foto x ray dan dapat dikonsulkan ke rematologist ( ahli rematik )

Saat pemeriksaan sendi oleh dokter biasanya dilihat apakah ada tanda peradangan sendi, sendi mana saja yang terkena dan lokasi sendi yang terkena. Hal ini penting diketahui , karena dapat membantu mengarahkan sebab penyakit ’rematik ’ . Sebagai contoh : radang sendi ( arthritis ) karena asam urat atau sering disebut penyakit Gout umumnya hanya mengenai satu sendi dan umumnya mengenai ibu jari kaki , namun bila mengenai beberapa sendi dan pada pasien usia muda, harus dipikirkan ke arah penyakit autoimun seperti lupus atau artritis rematoid

Penyakit radang sendi lebih banyak sebenarnya pada usia tua akibat proses penuaan yang disebut dengan osteoarthritis. Bila rematik mengenai usia muda hati-hati karena hal ini dapat disebabkan oleh gangguan imunitas tubuh

Untuk beberapa jenis Penyakit rematik ada peranan faktor keturunan

Penyakit ’rematik’ karena asam urat ( Penyakit Gout ) sebenarnya kejadiannya lebih jarang dibanding karena proses penuaan atau adanya trauma sendi, namun seringkali setiap sakit sendi selalu orang awam berpikir karena asam urat. Penyakit Gout timbulnya sangat mendadak , karena tingginya asam urat di darah. Beberapa hal yang umumnya dapat meninggikan asam urat di darah adalah : jeroan, kacang-kacangan dan alkohol. Penyakit Gout lebih sering pada pria di atas umur 30 tahun.

Pada seseorang dengan masalah radang sendi , terapi obat yang dapat diberikan umumnya obat anti inflamasi dan pereda nyeri . Bila Rematik disebabkan oleh asam urat , dokter akan memberikan obat penurun asam urat. beberapa terapi umum yang dapat dilakukan adalah : Istirahatkan sendi anda 15 menit , dalam posisi berbaring beberapa kali perhari ( posisi duduk dengan kaki ditekuk tidak baik pada jangka lama ). Latihan sendi dengan menggerakan sendi secara pasif dan aktif. Olah raga , sebenarnya olah raga dalam air ( hidroterapi )sangat baik pada penderita radang sendi namun biaya mahal dan membutuhkan waktu.. Kurangi berat badan dapat mengurangi beban pada sendi anda. Kompres hangat dapat membantu , biasanya dilakukan sebelum latihan sendi.

Mengenai mandi malam : bukanlah penyebab radang sendi. Namun pada penderita radang sendi /rematik memang sebaiknya tidak mandi malam. Demikian dengan AC/ ruangan yang dingin bukanlah juga penyebab, namun keadaan dingin dapat membuat rematik kambuh dan kaki menjadi kaku.

Penyakit ’rematik’ dapat menimbulkan deformitas tulang maupun kecacatan. Sehingga perlu adanya pengobatan sedini mungkin. Pada keadaan akut sebaiknya diistirahatkan dengan tujuan untuk mengurangi bengkak (pemijatan justru akan menambah bengkak di kaki )

Khusus untuk rematik karena asam urat sebaiknya hindari alkohol, jeroan. Daging. Namun bila rematik karena faktor usia ( osteoarthritis ) tidak ada makanan khusus yang harus dipantang, hanya pola hidup sehat saja , tidak makan berlebih, agar tidak kelebihan berat badan. Sebaiknya juga menghindari makanan karbohidrat tinggi seperti : mie

Menghindari Risiko Jatuh pada Lansia

Jatuh menjadi salah satu insiden yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia) yang mengakibatkan trauma serius, seperti nyeri, kelumpuhan bahkan kematian. Hal ini menimbulkan rasa takut dan hilangnya rasa percaya diri sehingga mereka membatasi aktivitasnya sehari-hari yang menyebabkan menurunnya mutu kehidupan pada lansia yang mengalaminya dan juga berpengaruh pada anggota keluarganya.



Apa faktor risiko seorang Lansia terjatuh ?



Faktor penyebab jatuh pada lansia dapat dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu: Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik. Faktor instrinsik dapat disebabkan oleh proses penuaan dan berbagai penyakit seperti

Stroke dan TIA yang mengakibatkan kelemahan tubuh sesisi , Parkinson yang mengakibatkan kekakuan alat gerak, maupun Depresi yang menyebabkan lansia tidak terlalu perhatian saat berjalan . Gangguan penglihatan pun seperti misalnya katarak meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Gangguan sistem kardiovaskuler akan menyebabkan syncope, syncope –lah yang sering menyebabkan jatuh pada lansia.

Jatuh dapat juga disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare, demam, asupan cairan yang kurang atau penggunaan diuretik yang berlebihan. Selain itu

Faktor-faktor lingkungan pun dapat menyebabkan risiko jatuh meningkat, seperti :

Alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua atau tergeletak di bawah,tempat tidur tidak stabil atau kamar mandi yang rendah dan tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang, lantai tidak datar, licin atau menurun, karpet yang tidak dilem dengan baik, keset yang tebal/menekuk pinggirnya, dan benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser,lantai licin atau basah, penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan), alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara penggunaannya.





Pencegahan

Pencegahan dilakukan berdasar atas faktor resiko apa yang dapat menyebabkan jatuh seperti faktor neuromuskular, muskuloskeletal, penyakit yang sedang diderita, pengobatan yang sedang dijalani, gangguan keseimbangan dan gaya berjalan, gangguan visual, ataupun faktor lingkungan.dibawah ini akan di uraikan beberapa metode pencegahan jatuh pada orang tua :

1. Latihan fisik

latihan fisik diharapkan mengurangi resiko jatuh dengan meningkatkan kekuatan tungkai dan tangan, memperbaiki keseimbangan, koordinasi, dan meningkatkan reaksi terhadap bahaya lingkungan, latihan fisik juga bisa mengurangi kebutuhan obat-obatan sedatif. Latihan fisik yang dianjurkan yang melatih kekuatan tungkai, tidak terlalu berat dan semampunya, salah satunya adalah berjalan kaki.(1,4,5,6)

2. Managemen obat-obatan

Gunakan dosis terkecil yang efektif dan spesifik.

Perhatikan terhadap efek samping dan interaksi obat.

Gunakan alat bantu berjalan jika memang di perlukan selama pengobatan.

Kurangi pemberian obat-obatan yang sifatnya untuk waktu lama terutama sedatif dan tranquilisers.

Hindari pemberian obat multiple (lebih dari empat macam) kecuali atas indikasi klinis kuat.

Menghentikan obat yang tidak terlalu diperlukan.

3. Modifikasi lingkungan

Atur suhu ruangan supaya tidak terlalu panas atau dingin untuk menghindari pusing akibat suhu.

Taruhlah barang-barang yang memang seringkali diperlukan berada dalam jangkauan tanpa harus berjalan dulu.

Gunakan karpet antislip di kamar mandi.

Perhatikan kualitas penerangan di rumah.

Jangan sampai ada kabel listrik pada lantai yang biasa untuk melintas.

Pasang pegangan tangan pada tangga, bila perlu pasang lampu tambahan untuk daerah tangga.

Singkirkan barang-barang yang bisa membuat terpeleset dari jalan yang biasa untuk melintas.

Gunakan lantai yang tidak licin.

Atur letak furnitur supaya jalan untuk melintas mudah, menghindari tersandung.

Pasang pegangan tangan ditempat yang di perlukan seperti misalnya di kamar mandi.

Hindari penggunaan furnitur yang beroda.



4. memperbaiki kebiasaan pasien lansia misalnya :

Berdiri dari posisi duduk atau jangkok jangan terlalu cepat.

Jangan mengangkat barang yang berat sekaligus.

Mengambil barang dengan cara yang benar dari lantai.

Hindari olahraga berlebihan.



5. Alas kaki

Hindari sepatu berhak tinggi, pakai sepatu berhak lebar.

Jangan berjalan hanya dengan kaus kaki karena sulit untuk menjaga keseimbangan.

Pakai sepatu yang antislip.



6. Alat bantu jalan

Terapi untuk pasien dengan gangguan berjalan dan keseimbangan difokuskan untuk mengatasi atau mengeliminasi penyebabnya atau faktor yang mendasarinya. Pada penggunaannya, alat bantu jalan memang membantu meingkatkan keseimbangan, namun di sisi lain menyebabkan langkah yang terputus dan kecenderungan tubuh untuk membungkuk, terlebih jika alat bantu tidak menggunakan roda., karena itu penggunaan alat bantu ini haruslah direkomendasikan secara individual. Apabila pada lansia yang kasus gangguan berjalannya tidak dapat ditangani dengan obat-obatan maupun pembedahan. Oleh karena itu, penanganannya adalah dengan alat bantu jalan seperti cane (tongkat), crutch (tongkat ketiak) dan walker. (Jika hanya 1 ekstremitas atas yang digunakan, pasien dianjurkan pakai cane. Pemilihan cane type apa yang digunakan, ditentukan oleh kebutuhan dan frekuensi menunjang berat badan. Jika ke-2 ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan dan tidak perlu menunjang berat badan, alat yang paling cocok adalah four-wheeled walker. Jika kedua ekstremitas atas diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan dan menunjang berat badan, maka pemilihan alat ditentukan oleh frekuensi yang diperlukan dalam menunjang berat badan.

7. Periksa fungsi penglihatan dan pendengaran.

8. Hip protektor : terbukti mengurangi  resiko fraktur pelvis.

9. Memelihara kekuatan tulang

Suplemen nutrisi terutama kalsium dan vitamin D terbukti meningkatkan densitas tulang dan mengurangi resiko fraktur akibat terjatuh pada orang tua.

Berhenti merokok

Hindari konsumsi alkohol

Latihan fisik

Anti-resorbsi seperti biophosphonates dan modulator reseptor estrogen.

Suplementasi hormon estrogen / terapi hormon pengganti.

ANTARA VIRUS DAN ZOMBIE

Saya termasuk penggemar film bergenre horror , apalagi bila topiknya mengenai mayat hidup yang bisa bergentayangan dan mencari mangsa manusia. Saat mangsa manusia didapat mulailah terjadi gigitan dan bisa ditebak beberapa jam kemudian manusia korban gigitan tadi menjadi zombie pula. Dalam film terakhir bergenre zombie " I m a legend " dikisahkan pada mulanya ada penelitian 'mutasi' virus yang dapat mengobati kanker, namun entah kenapa justru menyebabkan orang 'terinfeksi' dan berubah menjadi zombie. Dalam cerita-cerita film bergenre sama memang dikisahkan bahwa penyakit 'aneh' yang menyebabkan orang berubah perilaku menjadi agresif untuk membunuh ini diakibatkan oleh proses infeksi, yang penularannya lewat gigitan. Lepas penularannya lewat gigitan atau lewat udara,  yang menjadi pertanyaan, adakah kemungkinan penyakit seperti film zombie tersebut ada? Semacam wabah virus yang  menyerang saraf kaki ( seperti polio ) , namun virus tersebut menyerang saraf otak dan mengubah drastis kepribadian orang tersebut menjadi seorang pemangsa?

Virus dengan virulensi tinggi telah diketahui dapat menimbulkan ensefalitis atau radang otak, dan saat otak meradang, kemungkinan pasien untuk meninggal cukup besar atau dapat pula menimbulkan gangguan saraf berupa kelumpuhan dan kejang. Seringkali infeksi virus bersifat difus atau menyebar di seluruh bagian otak. Berbeda dengan stroke  yang mempunyai lokalisasi gangguan setempat. Jadinya seandainya pun ada gangguan perilaku yang agresif pada infeksi virus umumnya gangguan tersebut diikuti dengan gejala motorik/ kelumpuhan maupun sensorik  yang cukup berat pula.

Belajar dari sejarah sindrom lobus frontal, dimana seorang pekerja yang berperilaku baik dan sopan , suatu saat mengalami kecelakaan dengan  besi menembus daerah dahinya dan pasien tersebut pada akhirnya bisa diselamatkan namun menunjukkan perubahan perilaku yang drastis, perilaku menjadi agresif , pemarah dan tidak sopan. Bisa dibayangkan bila memang benar suatu saat ada virus seperti virus polio yang senang bertengger di kornu anterior saraf , atau seperti virus herpes zoster yang senang pada saraf perifer, dibayangkan pula bila ada virus yang menginfeksi spesifik hanya di lobus frontal , seperti penyakit demensia  pick yang hanya mengenai lobus frontal  ; dan kemudian  penularannya sangat cepat? Sudah bisa ditebak semua orang yang tertular akan mengalami perubahan perilaku dalam waktu yang bersamaan. Satu per satu tetangga kita mulai tertular dan bisa dibayangkan bila semua tetangga menjadi tertular, menjadi mayat hidup bergentayangan dan semuanya mencari anda sebagai mangsa berikutnya !

Bagaimana Mendeteksi Gejala Autis pada Anak

Anak perempuan itu menolak tatapan mata saya dan langsung melihat ke arah lain. Ekspresi mukanya datar dan mulutnya berkomat-kamit mengeluarkan kata-kata yang tidak beraturan. "Ya Tuhan,"saya berdoa  dalam hati saya,"Mengapa anak semanis ini harus mengalami autis?"

Bekerja sebagai seorang psikolog klinis anak, saya harus membiasakan diri menegakkan suatu diagnosa yang sebenarnya saya sendiri enggan melakukannya. Oh ya, saya sangat senang ketika mengabarkan kepada orang tua bahwa anak mereka memiliki IQ sebesar 150. Hal yang berbeda terjadi saat saya harus menyampaikan kabar bahwa anak mereka mengalami autisme. Dipandang dari sudut profesionalitas, mungkin orang-orang akan mengkritik saya sebagai seorang psikolog yang terlalu melibatkan perasaan dalam pemeriksaan terhadap pasien-pasien cilik di klinik tumbuh kembang anak tempat saya bekerja. Bagaimanapun, tidak mudah menghadapi reaksi orang tua yang terkejut, menangis, bahkan tidak mau menerima kondisi anaknya yang didiagnosa mengalami autis.

Saat ini gangguan autisme yang dikenal dengan nama Autistic Spectrum Disorder (ASD) telah merebak menjadi sebuah epidemi di banyak negara. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang penanganan Autis di Amerika membuat pernyataan yang mengagetkan bahwa 1 dari 150 anak terdiagnosa autis. Ini adalah data yang fantastis sekaligus memprihatinkan semua pihak. Di Indonesia sendiri, data terakhir yang diperoleh adalah dari tahun 2004 yang mencatat sebanyak 475.000 anak didiagnosa mengalami autis.
Hampir semua orang mempertanyakan apa yang menjadi penyebab gangguan perkembangan yang menyebabkan seorang anak tidak mampu berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya. Ia seolah-olah terisolasi dari dunia luar dan hidup dalam dunianya sendiri. Istilah 'autis' sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'didalam diri sendiri'.  Gangguan ini mulai dideteksi oleh Leo Kanner pada tahun 1943 dan sampai saat ini penelitian mengenai penyebab dan cara menanganinya masih terus berlanjut.

Misteri yang Belum Terpecahkan

"Bagaimana mungkin anak saya autis? Apa penyebabnya, bu? Apakah semua ini salah saya?" pertanyaan ini sangat sering dilontarkan orang tua kepada saya. Menenangkan orang tua yang mengalami shock merupakan kewajiban saya sebagai seorang profesional. "Ibu tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Sampai saat ini penyebab autis masih menjadi tanda tanya besar." Bukannya bermaksud memberikan sekedar 'angin surga' kepada orang tua namun pada faktanya memang sampai saat ini belum ada satu hasil penelitianpun yang secara tegas menyimpulkan penyebab tunggal dari gangguan yang mengerikan ini.

Diperkirakan salah satu penyebab autis adalah faktor genetik, hal ini terbukti dari lebih besarnya jumlah penyandang autis pria dibanding wanita. Selain itu, perkiraan lain mengatakan bahwa autis disebabkan oleh keracunan logam berat.  Hal ini mungkin terjadi karena ibu makan sea food yang sudah tercemar logam berat atau melakukan tambal gigi yang mengandung amalgam. Seorang dokter yang mendalami bidang autis pernah mengemukakan dalam seminar bahwa sebaiknya saat mengandung ibu-ibu tidak menggunakan make up sama sekali. Hal ini adalah untuk menghindari kemungkinan terpaparnya janin dalam kandungan terhadap merkuri yang mungkin terdapat dalam kosmetik yang digunakan. Ada pula yang memperkirakan bahwa banyaknya jenis vaksinasi yang diterima oleh bayi menyebabkan masuknya merkuri dalam jumlah besar ke dalam tubuh anak pada usia terlalu dini. Hal ini disebabkan karena sebagian besar vaksin yang digunakan menggunakan thimerosal (etil merkuri) sebagai bahan pengawetnya. Akibatnya, untuk anak-anak yang rentan kemungkinan akan memperlihatkan gejala autis yang disebabkan karena keracunan logam berat.

Kenalilah Gejala Autis Sedini Mungkin!

Sangatlah penting bagi orang tua untuk mengenali gejala yang ada pada gangguan ini. You are your child's first doctor. Karakteristik seorang anak yang mengalami autis ditandai dengan 3 hal. Pertama, anak tidak mampu berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya. Ia cenderung menolak menatap mata lawan bicaranya dan memilih melihat ke arah lain saat diajak berbicara. Saat merasa senang atau sedih, ekspresi mukanya tetap datar dan tidak mengalami perubahan. Biasanya orang tua merasa frustasi karena anak mereka tidak bisa diajak bermain ci luk ba, menolak untuk dipeluk, dan hampir tidak pernah memulai pembicaraan dengan orang tuanya.
Kedua, anak mengalami keterlambatan bicara atau bahkan sama sekali tidak bisa berbicara. Batas usia yang diberikan para ahli untuk mentoleransi seorang anak mengucapkan kata pertamanya adalah 18 bulan. Pada perkembangannya di usia 2 tahun anak minimal dapat mengucapkan sebuah kalimat yang terdiri dari 2 kata, sesederhana apapun itu.  Pada anak yang mengalami autis, sekalipun ia dapat berbicara, biasanya kata-katanya tidak jelas (sering dikenal dengan istilah bahasa planet) atau tidak sesuai dengan konteks pembicaraan.

Ketiga, anak tampak sering melakukan rutinitas yang berulang atau sangat menyukai benda tertentu secara berlebihan. Hellen (bukan nama sebenarnya), menjerit-jerit saat ibu tidak menghidangkan sarapan paginya menggunakan piring merah muda dengan pola bunga-bunga di sekeliling piringnya. Ia juga tidak mau makan saat posisi piring, garpu, dan sendok tidak tertata secara simetris seperti biasanya.  Selain memiliki pola rutinitas yang sangat kaku, anak yang mengalami autis biasanya bermain secara aneh terus menerus. Kasus yang sering dijumpai adalah mereka senang sekali memutar roda mobil-mobilannya dalam waktu yang lama, berjam-jam melihat kipas angin yang berputar, atau menyusun mainannya dalam pola yang berulang. Ada pula anak yang sangat senang benda yang berwarna hijau dan terus menerus merengek agar ia dapat memegang sebuah stabilo hijau selama menjalani terapi.

Gejala yang paling mudah dikenali dari autisme adalah minimnya kontak mata anak terhadap lawan bicaranya. Gejala lain yang juga mudah dikenali adalah apabila anak mengalami keterlambatan bicara. Bagaimanapun, untuk gejala yang kedua ini, orang tua perlu berhati-hati. Tidak semua anak yang terlambat bicara pasti mengalami autis, namun terlambat bicara merupakan salah satu karakteristik autis.

Apa yang Harus Saya Lakukan?

Langkah pertama yang perlu ditempuh orang tua apabila mencurigai anaknya mengalami autis adalah dengan membawa anak tersebut pada ahli. Diagnosa autis dapat ditegakkan oleh seorang psikolog atau dokter melalui pemeriksaan yang terstandarisasi. Apabila anak mengalami autis, umumnya psikolog atau dokter akan menganjurkan orang tua untuk mengikutkan anak dalam terapi. Jenis dan jumlah jam terapi biasanya tergantung pada seberapa berat gangguan autis yang dialami anak. Umumnya jenis terapi yang perlu diikuti adalah terapi sensori intrgrasi, perilaku, dan wicara.  Tidak sedikit pula anak yang perlu menjalani farmakoterapi, yaitu pemberian obat tertentu oleh dokter. Pastikan tempat terapi memiliki program dan sistem evaluasi yang baik untuk memantau kemajuan anak.

Selain terapi, anak yang mengalami autis juga perlu menjalani diet. Diet yang tepat akan 'mempersiapkan' tubuh anak menerima materi terapi. Tanpa diet, terapi yang dilakukan akan menjadi kurang efektif. Umumnya, diet yang harus dijalani adalah dengan menghindari makanan yang mengandung kasein dan gluten. Hal ini termasuk salah satu tugas terberat orang tua. Karena tidaklah mudah menahan anak mengkonsumsi makanan yang mengandung kasein seperti susu, mentega, es krim, coklat, dan yogurt. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja sulit menahan dirinya untuk tidak mengkonsumsi coklat. Belum lagi makanan yang mengandung gluten yang umumnya terdapat dalam tepung terigu. Makanan seperti roti, biskuit, mi, makaroni, spagheti, dan segala sesuatu yang berasal dari terigu wajib dihindari. Bagaimanapun tidak semua anak yang terdiagnosa autis harus menghindari semua jenis makanan tersebut. Untuk mengetahui secara spesifik jenis makanan apa yang harus dihindari anak, dapat diadakan tes alergi.

Dalam melakukan penanganan, orang tua perlu bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait dengan anak, seperti: psikolog, dokter, terapis, guru, dan seluruh anggota keluarga. Bahkan, sangatlah penting untuk melatih pengasuh anak agar ikut melatih anak di rumah. 

CEDERA KEPALA PADA ANAK

Cedera pada anak sering terjadi dari mulai bayi sampai remaja. Sering kita dengar bayi yang terjatuh dari tempat tidur, atau anak kecil yang terjatuh dari tangga, anak yang tertabrak karena menyebrang, atau naik sepeda terjatuh.
Saat kejadian orang tua biasanya panik, tidak tahu apa yang harus dilakukan, apakah anaknya harus dibawa ke dokter, harus di foto kepala atau sering juga banyak pertanyaan mengenai bagaimana kemungkinan fungsi intelektual ke depan. Berikut ini beberapa jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut.

Apakah Cedera Kepala berbahaya ?
Tergantung beratnya cedera kepala tersebut. Benturan yang berat pada kepala ditandai oleh beberapa gejala seperti adanya muntah lebih dari 2 kali, kesadaran menurun, perubahan perilaku dari biasanya, nyeri kepala hebat, dan adanya amnesia. Pada anak kecil biasanya dapat dilihat adanya perubahan gejala seperti anak menjadi gampang tertidur, perubahan perilaku maupun kemampuan dari sebelumnya dan adanya muntah dan gejala -gejala ini bisa saja tidak terlihat pada awal benturan namun dapat timbul secara perlahan. Jadi anak harus diobservasi dahulu, bila tidak ada gejala-gejala tersebut di atas dalam 2 kali 24 jam umumnya aman

Apakah anak harus dibawa ke dokter ?
Tergantung beratnya cedera dan adakah gejala-gejala klinis di atas. Bila tidak ada gejala , anak dapat diobservasi dahulu. Bila timbul gejala sebaiknya di bawa ke dokter spesialis saraf atau ke dokter anak anda dahulu.

Apakah anak dengan benturan kepala sebaiknya dilakukan foto kepala ?
Foto kepala yang biasa dilakukan adalah CT scan ( bukan rontgen kepala; karena rontgen ini tidak dapat melihat struktur otak ). Dengan CT scan ini dapat melihat bila terjadi retak tulang kepala, adanya otak yang bengkak maupun perdarahan otak. Mengingat CT scan ini menimbulkan radiasi, maka indikasi CT scan pada anak harus jelas, dimana dokter sudah mencurigai secara klinis dan pemeriksaan fisik ke arah suatu perdarahan otak.

Bagaimana proses kesembuhannya ?
Tergantung juga pada beratnya cedera. Otak pada anak banyak mengandung cairan sehingga mudah terjadi bengkak di otak bila terjadi benturan. Namun di satu sisi sel otak pada anak anak sel yang sedang berkembang, jadi bila ada kerusakan terjadi pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan orang tua yang cedera. Biasanya dokter saraf akan memberikan berbagai vitamin otak dan obat yang mengurangi bengkak di otak. Pada cedera kepala yang ringan pemulihan akan terjadi dengan sempurna. Pada cedera yang berat pemulihan membutuhkan proses lama dan tergantung pula dari letak kerusakan di otak.

Bagaimana pencegahannya ?
Berhati-hatilah dan tetap waspada menjaga bayi dan anak anda. Terjatuhnya bayi dari tempat tidur lebih banyak karena faktor ketidakwaspadaan. Sebaiknya pula anak dan bayi anda ditidurkan ditempat box bayi yang sesuai standar, dan sebaiknya pula bila anak anda sudah mulai berjalan , waspadai ujung-ujung meja, kursi sebaiknya diberikan pelapis karet pengaman dan bila anak anda bermain sepeda wajib menggunakan helm sepeda. Helm ini banyak digunakan diluar negeri namun belum familiar di lingkungan kita, namun dengan helm ini dapat mengurangi beratnya cedera kepala dan jangan biarkan anak anda lepas dari genggaman tangan anda saat dipinggir jalan maupun menyeberang.

SOTO JEROAN PEMICU GOUT

Tengah malam Iwan tiba-tiba terbangun. Gara-garanya sendi ibu jari kaki kanannya terasa nyeri dan kaku. Kulit di atas sendi itu tampak membengkak kemerahan. Baru pertama kali pemuda berusia 20-an ini merasakan pengalaman seperti itu pada dirinya.
Dari hasil pemeriksaan darah ternyata diketahui, kadar asam urat dalam darahnya meningkat menjadi 9 mg%. Normalnya, kadar asam urat kurang dari 7 mg%. Usut punya usut biang keladinya ternyata kedoyanan Iwan pada makanan yang mengandung purin kadar tinggi, seperti soto jeroan sapi, sate kambing, paru goreng, dll. Jenis makanan seperti itu memang mudah meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Ujung-ujungnya, Iwan pun menderita gangguan tadi, yang dalam ilmu kedokteran disebut artritis gout.

Asam urat atau uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolisme zat purin (salah satu unsur protein) dalam sel tubuh. Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui aliran darah untuk dikeluarkan bersama air seni. Ginjal yang sehat akan mengatur kadar asam urat dalam darah agar selalu dalam kadar normal. Namun, asam urat yang berlebihan tidak akan tertampung dan terolah seluruhnya oleh tubuh. Kelebihan itu akhirnya menumpuk pada sendi dan jaringan.

Asam urat, dalam jumlah terbatas, juga diproduksi dari makanan yang dicerna. Asam ini lewat usus besar akan dihancurkan bakteri menjadi zat kimia yang dikeluarkan bersama faeses.

Produksi asam urat yang berlebihan (hyperuricaemia) berisiko tinggi terhadap beberapa gangguan seperti penyakit artritis gout, batu ginjal, kerusakan ginjal, serta tekanan darah tinggi. Gangguan artritis gout merupakan salah satu jenis rematik (ada lebih dari 150 jenis artritis). Kelainan metabolik ini kebanyakan menyerang sendi-sendi perifer atau tunggal.

Gejala nyeri dan kaku bersifat akut pertama-tama menyerang sendi-sendi ibu jari kaki (sendi bunion) sampai ke jari-jari lain. Pada taraf lebih lanjut, bisa sampai pergelangan kaki, lutut, siku, serta sendi-sendi kecil lain pada tangan. Siksaan nyeri dan pembengkakan tersebut sering kali menyebabkan penderita sulit berjalan. Malah ada kalanya peradangan disertai demam dan di daerah sendi yang bengkak terasa panas. Penderitaan bisa berlangsung 24 - 36 jam. Bahkan, bisa lebih lama lagi tergantung parah tidaknya peradangan.

Namun, serangan akut artritis gout tidak selalu harus dalam keadaan asam urat tinggi. Fluktuasi kadar asam urat yang cenderung turun-naik, juga bisa mengakibatkan serangan akut. Misalnya, seseorang dengan kadar asam urat normal bisa terkena serangan akut beberapa jam setelah makan semangkuk soto jeroan sapi. Soalnya, soto ini menyebabkan kadar asam urat naik secara mendadak. Sebaliknya, seseorang dengan kadar asam urat tinggi bisa mendapat serangan akut kalau melakukan diet terlalu ketat atau minum obat penurun asam urat (allopurinol) dosis tinggi. Diet ketat atau konsumsi obat tersebut menyebabkan kadar asam urat turun drastis (di bawah 5 mg%).

"Paling tepat, kadar asam urat tidak diturunkan secara drastis, tapi secara perlahan-lahan," kata dr. Caecilia R. Padang, Ph.D., FACR, konsultan rematologi dari Pusat Rematik Indonesia, Jakarta. Setelah serangan pertama, saran Caecilia, sebaiknya kadar asam urat terus dipantau. Kalau sampai mendapat serangan kedua, serangan-serangan akut berikutnya bakal semakin sering muncul, bahkan berkepanjangan dan kronis.

Selain dari makanan, alkohol (termasuk tape dan tuak), serta obat-obatan tertentu seperti obat bersifat diuretik penurun tekanan darah tinggi (menaikkan produksi air seni dan mineral), atau dosis kecil aspirin dalam jangka panjang untuk mencegah serangan jantung, pun bisa melambungkan kadar asam urat. "Memang kedua macam obat tersebut sering menjadi pemicu pada pasien berpotensi gout. Namun, hal ini jarang terjadi pada individu yang tidak mempunyai bakat gout," jelas Caecilia, yang meraih gelar doktornya di Australia.

Jangan ditunda

Caecilia menambahkan, bila kadar asam urat dalam darah terlalu lama dibiarkan di atas 7 mg%, kristal monosodium urat (MSU) akan menumpuk dalam sendi-sendi dan jaringan. Kumpulan kristal ini lama-kelamaan membentuk gumpalan di bawah kulit, yang kemudian membentuk tophi. Bila endapan kristal MSU terjadi dalam ginjal, bisa mengakibatkan terjadinya batu ginjal, bahkan bisa merusak jaringan ginjal, yang dikhawatirkan akan mengakibatkan gagal ginjal.

Untuk mengurangi risiko terkena gangguan ginjal, selain kadar asam urat terus dipantau dan diobati, disarankan agar penderita minum banyak air putih (1 - 2 l sehari atau 3 - 4 l di musim panas). Warna serta bening tidaknya urine dapat untuk menilai cukup tidaknya konsumsi air. Khusus ketika bangun pagi, warna urine pertama biasanya lebih tua dan kurang bening. Setelah itu, warna urine seharusnya bening.

Tophi memiliki ukuran berlainan. Yang kecil atau microtophi hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Yang besar mudah terlihat dan dirasakan. Tophi yang semakin membesar akan menyebabkan kecacatan: sendi kaki atau tangan menonjol dan menjadi kaku.

Agar tidak menjadi tophi, saran Caecilia, penderita gout hendaknya terus memantau penyakitnya. Pertama-tama untuk menghilangkan radang, diberikan obat antiradang (NSAID = non-steroidal anti-inflammatory drugs) atau colchicine yang sudah dikenal lebih dari 1.500 tahun dapat mengobati peradangan. Obat ini menunjukkan hasilnya dalam dua hari. Selanjutnya, diberikan obat penurun asam urat allopurinol serta probenesid selama 6 bulan - 2 tahun dalam dosis terbatas. Tophi berat membutuhkan pengobatan selama lima tahun atau lebih. Ada kalanya penderita disarankan minum obat penurun asam urat darah seumur hidup kalau serangan gout akut terjadi lebih dari lima kali setahun. Atau, penderita sudah menderita tophi dan atau menderita batu ginjal.

Caecilia mengingatkan agar penderita artritis gout tidak sekali-kali berusaha mengobati diri sendiri dengan membeli obat bebas tanpa resep dokter. "Banyak kasus berakibat fatal gara-gara terlalu sering minum obat penghilang sakit atau penghilang radang," tuturnya.

Dengan allopurinol, pasien memang tidak bisa sembuh dalam sekali pengobatan. Sering kali masih disertai dengan beberapa kali serangan akut. Soalnya, setelah kristal urat pada sendi tersedot habis, masih diteruskan pengurasan kristal urat yang menumpuk pada jaringan. Hal ini bisa menimbulkan radang sendi kembali akibat keluarnya benda asing tersebut. "Sering kali penderita berhenti minum allupurinol bila serangan tetap timbul setelah minum beberapa kali. Mereka mengira obat ini tidak ada khasiatnya," tambah dr. Caecilia. "Sebab itu kini obat itu dikombinasikan dengan obat pencegah serangan sampai kadar asam urat stabil."

Obat-obatan kortikosteroid seperti prednisone atau prednisdolone juga sering digunakan untuk mengobati artritis gout. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk pengobatan jangka panjang.

Lebih banyak pria

Di Indonesia, penyakit artritis gout pertama kali diteliti oleh seorang dokter Belanda, dr. van den Horst, pada 1935. Saat itu, ia menemukan 15 kasus gout berat pada masyarakat kurang mampu di Jawa. Hasil penelitian tahun 1988 oleh dr. John Darmawan di Bandungan, Jawa Tengah, menunjukkan, di antara 4.683 orang berusia 15 - 45 tahun yang diteliti, 0,8% menderita asam urat tinggi (1,7% pria dan 0,05% wanita di antara mereka sudah sampai pada tahap gout).

Awal tahun '90-an, Prof. Dr. E. Tehupedori pernah meneliti kemungkinan adanya perbedaan kadar asam urat pada etnik tertentu di Ujungpandang. Ternyata tidak! Namun ditemukan, 50% penderita di kota itu datang berobat setelah 6,5 tahun menderita gout, bahkan 7 - 9 tahun kemudian saat keadaannya sudah lebih parah (menderita gout tophikronik).

Caecilia sendiri pernah meneliti daerah kelahirannya, Sulawesi Utara, di mana faktor risiko artritis gout cukup tinggi, khususnya di pedesaan. Begitu "akrab"-nya masyarakat di sana dengan penyakit ini sehingga artritis gout dianggap penyakit turun-temurun. "Akibatnya, mereka kurang menghiraukan gejala dini dan rata-rata baru datang berobat setelah mengalami kecacatan akibat gout tophi kronik," katanya. Padahal faktor risiko utamanya, menurut dokter ahli penyakit rematik ini, kemungkinan besar dari pola makan mereka sehari-hari secara turun-menurun.

Terungkap pula, di Indonesia artritis gout diderita pada usia lebih awal dibandingkan dengan di negara Barat. Di Indonesia 32% serangan gout terjadi pada pria usia di bawah 34 tahun. Sementara di luar negeri rata-rata diderita oleh kaum pria di atas usia tersebut.

Pada mereka yang setiap hari menenggak alkohol tradisional (tuak atau tape), menurut Caecilia, faktor risiko gout menjadi 50%. Pada mereka yang minum alkohol lebih dari seminggu sekali faktor risikonya 40%. Demikian pula mereka yang kebiasaan sehari-hari makan makanan laut (udang, kepiting, tiram, remis), jeroan, kaldu kental (soto), daging anjing, kelelawar, dan kambing.
Keluarga yang mempunyai riwayat positif penyakit gout, menurut Caecilia, 60% anggota keluarganya terkena serangan gout, dan hampir 47,4% di antaranya kaum pria. Pria gemuk punya kecenderungan lebih tinggi ketimbang yang kurus. Sebaliknya, gout lebih sedikit diderita pada anak-anak atau wanita di bawah usia menopause.

Gout sering kali disertai penyakit tekanan darah tinggi (22%) dan batu ginjal (13%). Ada kalanya, gout juga menjadi pemicu penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus atau kencing manis. Sekitar 86% gangguan ginjal ditemukan pada penderita artritis gout di Minahasa. Namun, belum jelas apakah gangguan ginjal menyebabkan kadar asam urat meninggi atau sebaliknya. Perlu pula diteliti apakah tekanan darah tinggi yang sulit turun juga ada hubungannya dengan faktor gangguan ginjal. Jadi, faktor risiko pemunculan artritis gout bisa karena sejarah keluarga, pola makan, kegemukan,serta gangguan ginjal.

Sudah saatnya pendidikan tentang pencegahan serta perawatan artritis gout disebarluaskan sampai ke pelosok pedesaan. "Tenaga paramedis puskesmas dapat ikut memberikan penjelasan tentang penyakit ini serta tindak lanjutnya, baik dari pola makan maupun perawatannya," ujar Caecilia. "Informasi dengan menggunakan booklet tampaknya belum tertangkap, dan obat penurun asam urat pun belum disebarkan sampai ke puskesmas."

Kalau dulu penyakit artritis gout dikatakan hanya diderita kaum pria golongan menengah ke atas, penelitian terakhir menunjukkan, penyakit itu tidak mengenal kelas.

Sekali terjerat penyakit ini, seseorang harus memperhatikannya seumur hidup. Dengan mempelajari riwayat penyakit keluarga, mengatur pola makan, rajin mengontrol serta mengobati secara teratur, artritis gout akan mengalami masa remisi. Artinya, bila asam urat tetap dipertahankan pada kadar normal, serangan gout diharapkan tidak akan berulang kembali.

Kelumpuhan wajah sebelah ,kemungkinan Anda menderita Bell`s Palsy

Bell\'s Palsy adalah suatu gangguan neurologi yang disebabkan oleh kerusakan saraf kranial ke 7, atau disebut juga sebagai saraf fasialis, yang menyebabkan kelemahan atau paralisis pada satu sisi wajah. Paralisis ini menyebabkan distorsi wajah serta mengganggu fungsi normal, seperti menutup mata dan makan .
Kejadian Bell\'s Palsy biasanya mendadak. Banyak orang setelah bangun pagi menemukan bahwa salah satu sisi wajahnya mencong. Pasien sering merasa takut kalau mereka terkena stroke, namun Bell\'s Palsy tidak berhubungan sama sekali dengan stroke. Gejala awal yang ringan seperti tingling di sekitar bibir atau mata kering biasanya cepat menjadi parah dalam waktu 48 jam atau kurang.
Bell\'s palsy banyak mengenai orang dewasa muda, terutama orang Jepang yang memiliki insidens tinggi terhadap kondisi ini. Infeksi virus seperti herpes, mumps dan HIV, serta infeksi bakteri seperti penyakit Lyme atau tuberkulosis dapat menyebabkan inflamasi dan pembengkakan pada saraf Fasialis hingga mengakibatkan terjadinya Bell\'s Palsy. Fraktur tengkorak, tumor, atau kondisi neurologi yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti diabetes dan sindroma Guillain Barre dapat juga menyebabkan Bell\'s Palsy.
Kondisi yang menekan sistem imun seperti HIV meningkatkan resiko terjadinya Bell\'s Palsy. Stress, kehamilan dan diabetes juga merupakan faktor resiko. Orang yang mengidap diabetes memiliki kecenderungan 4X lebih besar untuk menjadi Bell\'s Palsy dibanding pada orang normal (1).
Bell\'s Palsy mengenai sekitar 40.000 orang di Amerika setiap tahunnya. Hal ini terjadi pada hampir 1 banding 65 orang selama hidupnya. Penyakit ini lebih sering mengenai orang dewasa muda dan orang Jepang memiliki insiden yang sedikit lebih tinggi dari kondisi seperti ini. Bell\'s palsy adalah penyebab paling sering dari paralisis wajah dan salah satu gangguan neurologi yang paling sering yang melibatkan nervus kranial.

Penyebab paling sering dari paralisis wajah adalah Bell\'s palsy. Bell\'s palsy adalah \"virus\" idiopatik yang menyerang saraf fasial
Virus yang paling sering berhubungan dengan Bell\'s palsy adalah virus herpes simplex - 1. studi terbaru menunjukkan bukti klinis yang kuat bahwa HS1 adalah penyebab utama Bell\'s palsy yang idiopatik. Hampir 80% dari semua pasien Bell\'s palsy ditemukan adanya virus ini.
Ada banyak manifestasi klinis yang berhubungan dengan paralisis wajah. Masing-masing individu memiliki manifestasi yang berbeda-beda, tergantung dari derajat dan lokasi kerusakan nervus.

Apa gejala Bell\'s Palsy ? Kelemahan atau paralisis otot, Kerutan dahi menghilang, Tampak seperti orang letih, Tidak mampu atau sulit mengedipkan mata, Hidung terasa kaku terus - menerus, Sulit berbicara, Sulit makan dan minum, Sensitive terhadap suara ( hiperakusis ), Salivasi yang berlebih atau berkurang, Pembengkakan wajah , Berkurang atau hilangnya rasa kecap, Nyeri didalam atau disekitar telinga, Air liur sering keluar, Sulit atau tidak mampu menutup mata, Air mata berkurang, Alis mata jatuh, Kelopak mata bawah jatuh, Sensitif terhadap cahaya

Pada kunjungan pertama kali ke dokter, pertanyaan akan ditanyakan dan test mungkin akan dilakukan. Prosedur ini akan menolong dokter menentukan penyebab dari kelemahan wajah, atau menyingkirkan kondisi, dimana diketahui berhubungan dengan kelumpuhan wajah. Ketika tidak ada penyebab yang ditemukan, Bell palsy dijadikan diagnosa. Sebagai contoh bisul didalam telinga atau mulut, dizziness atau pendengaran yang berkurang pada sisi yang terganggu mungkin diduga sebagai sindrom Ramsey Hunt.
Paralisis yang berlangsung lambat, kelemahan di beberapa area selain dimuka, pembesaran glandula parotis atau kelumpuhan yang memisahkan mata dengan alis yang memerlukan pengobatan dengan segera. Setelah mengambil anamnesa dan pengamatan yang teliti, test mungkin dilakukan termasuk pemeriksaan darah, MRI atau CT-scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosa .

Pengobatan utama dari Bell palsy atau tipe kelumpuhan wajah yang lain adalah dengan menghilangkan sumber dari kerusakan saraf secepat mungkin. Kompresi ringan dalam jangka waktu yang singkat dapat menyebabkan kerusakan yang ringan. Obat-obatan dapat menolong menghilangkan kompresi (prednisone dan antiviral), ini harus dilakukan sesegera mungkin. \"The window of opportunity\" untuk memulai pengobatan adalah 7 hari dari onset Bell palsy. Prednisone dapat diberikan jika muncul tanda-tanda inflamasi. Istirahat sangat penting. Badan yang cedera akan dapat sembuh dengan efisien jika disertai istirahat yang cukup untuk mengumpulkan tenaga dan daya tahan tubuh.

Pemakaian kacamata dengan lensa berwarna atau sunglasses kadang diperlukan untuk menjaga mata tetap lembab saat bekerja dengan computer karena akan cenderung kurang berkedipsaat menggunakan computer. Mata yang kering karena ketidakmampuan dalam mengedipkan mata akan menjadikan ini suatu masalah. Pemberian obat tetes mata sangat diperlukan. Jika terjadi gangguan pada suara dalam hal nyeri maupun volumenya, ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena ini merupakan bagian dari gejala Bell Palsy.
Fisioterapi tidak perlu dilakukan segera. Memaksakan fisioterapi sebelum ada tanda saraf mulai bekerja akan membuat masalah yang lebih jauh lagi. Pemijatan terhadap wajah boleh dilakukan. Untuk rasa nyeri atau tidak nyaman , pemanasan dapat membantu. Untuk pengobatan dapat dicoba pemanasan dengan herbal.
Dalam penelitian di the Quality Standards Subcommittee of the American Academy of Neurology (May 2001) tentang penggunaan steroid dan antiviral dan bedah dekompresi terhadap pasien Bell palsy, menyimpulkan
Steroid aman dan mungkin efektif dalam meningkatkan fungsi wajah dari hasil pengobatan terhadap pasien Bell palsy, Penggunaan antiviral dikombinasi dengan steroid aman dan efektive dalam meningkatkan fungsi wajah pada pasien dengan Bell palsy
Sampai sekarang belum ada bukti kuat bahwa obat-obatan menguntungkan untuk pasien bell\'s palsy. Ini sepertinya obat-obatan efektif hanya jika diberikan sesegera mungkin setelah onset.. window periode untuk Bell\'s palsy adalah 7 hari. Pemberian obat-obatan setelah 7 hari hasilnya kurang efektif.

Pasien biasanya memiliki prognosis yang baik, hampir 80-90% pasien sembuh tanpa kelainan. Pasien berusia 60 tahun atau lebih memiliki hampir 40% kesempatan untuk sembuh dan memiliki kemungkinan besar menjadi sekuele.
Bell palsy dapat kambuh pada 10-15% pasien. Hal ini dapat terjadi pada sisi ipsilateral atau

NYERI KEPALA KARENA KETEGANGAN OTOT

Pasti pernah anda merasakan nyeri kepala seperti pegal di daerah tengkuk setelah bekerja di depan komputer atau menyetir terlalu lama? Hal tersebut disebabkan oleh ketegangan otot -otot sekitar kepala dan disebut sebagai nyeri kepala tipe tegang. Pada tulisan ini dicoba dibahas lebih jauh mengenai hal tersebut.

Sakit kepala merupakan keluhan utama yang sering disajikan kepada dokter. Sakit kepala timbul sebagai hasil perangsangan terhadap bangunan - bangunan di wilayah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri. Bukan hanya masalah fisik semata sebagai sebab nyeri kepala tersebut namun masalah psikis juga sebagai sebab dominan.
Diketahui bahwa orang - orang yang cenderung sakit kepala mempunyai kepribadian yang tidak banyak berbeda. Mereka rata - rata tergolong dalam kelompok yang mempunyai perasaan kurang mantap, selalu sangsi akan kemampuan diri sendiri dan mudah menjadi gentar dan tegang. Karena watak itu, mereka mencerminkan sikap hidup yang serba kaku, sangat berhati - hati, cermat sekali serta menginginkan segala - galanya serba sempurna dan juga cenderung untuk mendendam. Pada akhirnya, terjadi peningkatan tekanan jiwa dan penurunan tenaga. Pada saat itulah mereka terganggu dan ketidakpuasan membangkitkan reaksi afektif pada otot - otot kepala, leher, bahu, serta vaskularisasi kepala sehingga timbul sakit kepala. Jenis sakit kepala inilah yang disebut nyeri kepala tipe tegang .
Terdapat beberapa faktor pencetus nyeri kepala tipe tegang seperti misalnya :
Peristiwa stres tertentu, depresi dan kecemasan, kurang tidur atau perubahan pola tidur rutin, tidak makan, postur tubuh yang salah, bekerja dalam posisi yang tidak enak, kurangnya aktifitas fisik, kegiatan fisik yang intens, termasuk aktifitas seksual, perubahan hormonal yang berhubungan dengan menstruasi, kehamilan, atau penggunaan hormon, obat - obatan yang digunakan untuk kondisi lain, seperti depresi atau tekanan darah tinggi, penggunaan obat untuk sakit kepala yang berlebihan
Beberapa orang melaporkan adanya stres atau rasa lapar sebelum sakit kepalanya muncul.


Kontraksi dan ketegangan otot
Salah satu teori yang paling populer dalam penyebab nyeri kepala ini adalah kontraksi otot wajah, leher, dan bahu. Penelitian mengatakan bahwa para penderita nyeri kepala  ini mungkin mempunyai ketegangan otot wajah dan kepala yang lebih besar daripada orang lain yang menyebabkan mereka lebih mudah terserang sakit kepala setelah adanya kontraksi otot. Ada juga yang mengatakan bahwa pasien dengan sakit kepala kronis bisa sangat sensitif terhadap nyeri secara umum atau terjadi peningkatan nyeri terhadap kontraksi otot.
Sebuah teori mengatakan ketegangan atau stres yang menghasilkan kontraksi otot di sekitar tulang tengkorak menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah. Aliran darah berkurang sehingga oksigen terhambat dan hasil metabolisme menumpuk, mengakibatkan nyeri.

Perubahan kimia
Para peneliti sekarang mulai percaya bahwa nyeri kepala ini  bisa timbul akibat perubahan dari zat kimia tertentu di otak - serotonin, endorphin, dan beberapa zat kimia lain - yang membantu dalam komunikasi saraf. Ini serupa dengan perubahan biokimia yang berhubungan dengan migren. Meskipun mengapa zat - zat kimia ini berfluktuasi tidak diketahui, ada anggapan bahwa proses ini mengaktifkan jalur nyeri terhadap otak dan mengganggu kemampuan otak untuk menekan nyeri. Pada satu sisi, ketegangan otot di leher dan kulit kepala bisa menyebabkan sakit kepala pada orang dengan gangguan zat kimia. Di sisi lain, ketegangan otot bisa merupakan hasil dari perubahan zat kimia ini.
Karena nyeri kepala tipe ini  dan migren melibatkan perubahan yang mirip pada otak, beberapa peneliti percaya bahwa kedua tipe sakit kepala ini berhubungan. Beberapa ahli berspekulasi bahwa migren mungkin bisa berasal dari tension headache yang berulang. Migren bisa dibedakan saat nyeri yang terasa menjadi sangat hebat. Ada juga yang beranggapan migren yang ringan adalah suatu jenis tension headache.

Gambaran Klinis dan Diagnosis
Untuk diagnosis yang tepat, pasien harus menjelaskan durasi dan frekuensi dari sakit kepala, adanya perubahan karakter dalam beberapa waktu belakangan, lokasi, jenis, intensitas nyeri, gejala lain yang berhubungan, dan tindakan yang dilakukan saat sakit kepala muncul.
Pasien disuruh mengingat apa yang kira - kira menyebabkan sakit kepala muncul dan apa yang dapat memperbaiki gejala. Menanyakan tentang obat - obat yang sedang atau telah didapat juga penting untuk mengetahui adanya sakit kepala yang berasal dari penggunaan obat berlebihan atau migren yang bertransformasi.
Harus ditanyakan pula hal - hal yang mungkin berhubungan dengan sakit kepala, misalnya sakit kronik dan pengobatannya, riwayat trauma, perubahan pola makan, obat - obat yang sedang dikonsumsi atau adanya penghentian obat, riwayat penyalahgunaan obat, kafein, atau alkohol, adanya stres, depresi, dan kecemasan. Riwayat penyakit dalam keluarga juga penting untuk diketahui.
Sifat sakit  bervariasi antara pegal kencang dan nyeri pegal. Perasaan itu dapat dirasakan pada salah satu sisi saja atau di seluruh kepala. Nyeri pegal atau perasaan tidak enak itu dapat dirasakan sebagai berdenyut atau kencang mengikat kepala atau nyeri pegal sepanjang kondilus oksipitalis dan tepi orbitalis sesisi atau kedua sisi. Intensitasnya bervariasi dari ringan sampai sedang. Beratnya penyakit bervariasi dari satu orang ke orang lain dan dari satu serangan ke serangan lain.
Nyeri kepala tipe ini  dapat berlangsung selama 30 menit sampai 1 minggu penuh. Sakit bisa dirasakan kadang - kadang atau terus menerus. Bila sakit kepala mencapai 15 hari atau lebih dalam sebulan selama beberapa bulan, maka kelompok ini digolongkan kronik.
Beberapa orang dengan nyeri kepala tipe tegang mengalami ketidaknyamanan di daerah rahang. Bisa juga ditemukan ketegangan pada kulit kepala, leher, otot bahu, kesulitan tidur, kelelahan, iritabel, kehilangan napsu makan, dan kesulitan berkonsentrasi. Berbeda dengan migren, nyeri kepala jenis ini  biasanya tidak berhubungan dengan gangguan penglihatan ( titik - titik gelap atau kilasan cahaya), mual, muntah, sakit perut, kelemahan atau rasa baal pada satu sisi tubuh, atau gangguan pembicaraan. Pada migren, kegiatan fisik dapat memperburuk sakit kepala, sedangkan pada tension headache tidak. Sedikit orang dengan tension headache mengalami peningkatan sensitifitas terhadap cahaya atau suara, tetapi ini bukanlah gejala yang umum.
Biasanya dokter akan memeriksa kepala dan leher dan melakukan pemeriksaan neurologis yang meliputi kekuatan motorik, refleks, korrdinasi, dan sensasi. Pemeriksaan mata dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan tekanan pada bola mata yang bisa menyebabkan sakit kepala. Dokter mungkin memeriksa daya ingat jangka pendek dan fungsi mental pasien dengan menanyakan beberapa pertanyaan.
Bila dokter menemukan adanya kelainan saraf pada pemeriksaan fisik ataupun adanya nyeri kepala yang progresif memberat biasanya akan dilakukan pemeriksaan penunjang yang berupa pencitraan otak seperti CT scan atau MRI.

Bagaimana pengobatannya?
Nyeri kepala tipe tegang  biasanya mudah diobati sendiri. Dengan pengobatan, relaksasi, perubahan pola hidup, dan terapi lain, lebih dari 90% pasien sembuh dengan baik.

Saat nyeri timbul dapat diberikan beberapa obat untuk menghentikan atau mengurangi sakit yang dirasakan saat serangan muncul. Penghilang sakit yang sering digunakan adalah: acetaminophen dan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan ketoprofen
Acetaminophen efektif untuk sakit kepala sedang sampai berat dalam dosis tinggi. Efek samping acetaminophen lebih jarang ditemukan, tetapi penggunaan dalam dosis besar untuk waktu yang lama bias menyebabkan kerusakan hati yang berat. NSAID efektif dalam dosis yang lebih rendah. Efek samping yang ditemukan antara lain mual, diare atau konstipasi, sakit perut, perdarahan dan ulkus.
Pengobatan kombinasi antara acetaminophen atau aspirin dengan kafein atau obat sedatif biasa digunakan bersamaan. Cara ini lebih efektif untuk menghilangkan sakitnya, tetapi jangan digunakan lebih dari 2 hari dalam seminggu dan penggunaannya harus diawasi oleh dokter.

Tidak banyak terapi yang terbukti dapat mengobati atau mencegah terjadinya tension headache kronik. Saat ini, yang digunakan adalah golongan antidepresan trisiklik dan terapi cognitive - behaviour. Bila digunakan sendiri - sendiri, terapi ini tidak terlalu membantu. Tetapi dengan kombinasi, kemungkinan keberhasilan lebih besar.
Banyak sakit kepala kronik disebabkan karena penggunaan obat sakit kepala yang berlebihan, maka penghentian obat harus dilakukan terlebih dahulu. Obat sakit kepala biasanya bisa langsung dihentikan, tetapi tetap harus dibicarakan dulu dengan dokter. Bila pasien memilih untuk menghentikan obat secara bertahap, maka penghentian harus selesai dalam waktu 3 hari atau kurang. Bila terlalu lama, pasien akan kehilangan keberanian. Setelah proses penghentian, pasien harus diberitahu kemungkinan adanya sakit kepala yang memburuk dalam beberapa hari ke depan. Analgesik jenis lain bisa digunakan sebagai alternatif untuk membantu proses penghentian. Sebagian besar pasien akan merasa lebih baik dalam waktu 2 minggu, meskipun gejala sakit kepala bisa terus berlangsung selama 16 minggu.
Terapi cognitive - behaviour termasuk teknik relaksasi dan pengurangan stress dilakukan untuk menangani sakit kepala. Pada pasien anak - anak dan dewasa muda, terapi ini merupakan pilihan utama.
Beberapa orang merasa lebih baik dengan pemberian 2 tetes minyak peppermint, eucalyptus, atau lavender ke dalam segelas air, kemudian air tersebut digunakan untuk mengompres dahi.
Tanaman lain digunakan sebagai teh atau sebagai suplemen untuk sakit kepala, misalnya feverfew, white willow bark, atau meadowsweet (mengandung bahan kimia yang ditemukan pada aspirin), St. John's wort (tanaman antidepresan), valerian (punya efek sedative dan anti spasmodik), dan ginkgo biloba (dapat meningkatkan aliran darah ke otak). Tetapi karena tidak ada data dari produk - produk ini, maka pengobatan jenis ini tidak direkomendasikan.
Walaupun pengobatan dapat menghilangkan nyeri kepala secara sementara, perubahan pola hidup merupakan cara terbaik untuk memerangi tension headache. Mengikuti jadwal tidur yang baik dan makan makanan dengan gizi seimbang adalah salah satu cara mudah yang bisa dilakukan.
Berolahraga secara teratur seperti berjalan, berenang, atau bersepeda bisa mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala. Olahraga mengurangi stress, merelaksasi otot dan meningkatkan kadar beta - endorphin yang merupakan penghilang stress alami tubuh. Mengikuti kelas yoga, massage, dan stretching juga membantu mencegah tension headache. Bila sudah ada sakit kepala, olahraga bisa membantu menghilangkan sakit. Tapi dalam beberapa kasus, olahraga memperparah sakit kepala. Jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai mengikuti kelas olahraga apapun.