Kamis, 18 Februari 2010

TENTANG STROKE

STROKE PERDARAHAN , APAKAH PERLU OPERASI?

Menyambung beberapa tulisan terdahulu mengenai Stroke, pertranyaan yang sering diungkapkan adalah : apakah penderita stroke perdarahan harus di operasi? Jawabannya tidak. Otak kita adalah struktur organ yang sangat kompleks, suatu intervensi yang invasif hanya dilakukan bila intervensi tersebut memberikan manfaat terapi yang lebih bermakna. Struktur otak yang kompleks tadi dapat terjadi kerusakan yang lebih banyak bila dilakukan operasi pada daerah yang sulit. Sampai saat ini indikasi operasi hanya pada 3 keadaaan saja, yaitu : lokasi perdarahan di pinggir otak ( bukan di tengah ) dengan perdarahan cukup besar ( lebih dari 50 cc ) atau perdarahan pada otak kecil ( serebelum) lebih dari 3 cm dan perdarahan pada ventrikel otak untuk dilakukan pemasangan selang. Pada perdarahan lokasi lainnya pilihan utama adalah konservatif dengan memperbaiki keadaan umum dan pemberian obat-obatan untuk memperbaiki sel otak yang rusak.

KELEMAHAN SEBELAH BADAN MENDADAK, NAMUN 4 DETIK KEMBALI NORMAL, STROKE KAH ?

Keadaan tersebut adalah stroke, yang disebut dengan TIA/transient ischemic attack, artinya serangan iskemik sepintas, ada sumbatan sesaat namun terlepas kembali. Namun tatalaksananya sama seperti stroke , karena kemungkinan untuk serangan berikutnya cukup besar dan bisa menetap. Pada keadaan tersebut sebaiknya tetap dicari faktor risiko penyebab ( seperti pembekuan darah , hiperkolesterol, kelainan jantung dsb ) dan pasien ada baiknya dirawat dahulu untuk pemberian obat-obatan sambil mencari faktor risiko utamanya. Serangan TIA tidak selalu masalah kelemahan namun dapat pula berupa serangan gelap mata sebelah, tiba-tiba lupa, tiba-tiba kesemutan sebelah badan. Bila ada gejala-gejala tersebut sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar